SAMARINDA: Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) Profesor Abdunnur menginginkan pencairan dana Uang Kuliah Tunggal (UKT) melalui program Gratispol pada 2026 dapat berlangsung lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal itu disampaikan menyusul pengalaman keterlambatan pencairan yang sempat terjadi pada pelaksanaan program tahun 2026.
“Kami berharap tahun 2026 bisa lebih cepat, karena biasanya penerimaan dana dari mahasiswa itu kan di awal-awal semester,” katanya, Sabtu, 31 Januari 2026.
Abdunnur menjelaskan, pada tahun 2025 mekanisme pembayaran UKT melalui program Gratispol masih menggunakan sistem reimburse (pengembalian dana), sehingga pencairan dana ke perguruan tinggi tidak langsung diterima di awal semester.
Kondisi tersebut membuat Unmul harus menyesuaikan pengelolaan keuangan kampus.
“Seperti tahun lalu, pencairannya sempat terlambat sampai empat bulan. Baru dibayarkan sekitar Oktober atau awal November. Tapi kami tetap mendukung,” ujarnya.
Meski begitu, Unmul tetap percaya pada komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, khususnya Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, dalam mendukung keberlanjutan program Gratispol.
Ia menilai program tersebut memiliki dampak positif dalam meningkatkan akses dan partisipasi pendidikan tinggi bagi masyarakat Kaltim.
“Kalau kami di Unmul sangat percaya dengan komitmen pemerintah provinsi. Cuma memang ada proses dalam pencairan anggarannya,” kata Abdunnur.
Ia menambahkan, sebagai bentuk dukungan terhadap program pendidikan daerah, Unmul bersedia menunda penerimaan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) demi memastikan keberlangsungan program Gratispol.
“Tapi ini kami lakukan demi bersama-sama menyukseskan pendidikan tinggi dan meningkatkan partisipasi masyarakat melalui program Gratispol,” tegas Abdunnur.

