SAMARINDA: Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, Rita, pemilik Toko Mewah di Jalan P. Sebatik No. 8, Kota Samarinda, mulai menyiapkan berbagai pernak-pernik dan dekorasi khas Imlek untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Meski menghadapi kenaikan harga dari distributor, Rita memilih menjaga harga jual tetap stabil guna mempertahankan loyalitas pelanggan.
Rita mengungkapkan, usaha pernak-pernik musiman ini telah ia jalani selama tujuh tahun. Tahun ini, ia menyediakan beragam dekorasi, mulai dari bunga sakura, hampers, hingga patung Dewa Rezeki (Caishen).
“Tahun ini hiasan bunga sakura banyak variasinya. Ada juga patung Dewa Rezeki yang melambangkan harapan agar rezeki banyak terus, serta hiasan ikan yang artinya Nian Nian You Yu atau setiap hari ada rezeki,” ujarnya saat ditemui, Jumat, 6 Februari 2026.
Ia menjelaskan, warna merah dan emas masih menjadi favorit karena melambangkan kebahagiaan dan keberuntungan. Sebaliknya, warna hitam cenderung dihindari pembeli karena identik dengan suasana duka.
Meski antusiasme masyarakat masih terlihat, Rita mengakui penjualan tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ekonomi yang belum stabil membuat warga lebih berhemat dan memilih menggunakan kembali dekorasi lama.
“Tahun ini agak menurun sih. Sekarang kan keuangan lagi susah juga, jadi mereka itu pakainya seada-adanya saja, barang lama juga dipakai,” jelasnya.
Terkait harga, Rita menyebut kenaikan terjadi pada barang-barang yang dipasok dari Jakarta. Namun, ia memilih tidak menaikkan harga di tingkat konsumen demi menjaga kepercayaan pelanggan, termasuk pelanggan dari kalangan perusahaan dan pengelola usaha.
“Kenaikan harga ada, tapi harga naik belum tentu konsumen mampu beli. Jadi harga yang saya tawarkan tetap stabil. Kita mengalah lah, yang penting bisa berbagi kebahagiaan,” terangnya.
Sebagai contoh, lampion bulat ukuran 12 inci masih ia jual seharga Rp80 ribu per set (dua buah), harga yang telah dipertahankan selama beberapa tahun terakhir. Strategi tersebut dinilai efektif menjaga pelanggan seperti guest house, hotel, dan pelaku usaha lainnya tetap berbelanja di tokonya.
Menutup pernyataannya, Rita berharap perayaan Imlek tahun ini tetap membawa kebahagiaan bagi masyarakat. Ia juga mengajak sesama pelaku usaha untuk tetap optimistis di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
“Walaupun ekonomi kita lagi turun, kita harus tetap semangat dan giat,” tutupnya.

