JAKARTA : Stasiun Karawang yang baru menjadi pemberhentian kereta cepat Whoosh mengalami lonjakan penumpang yang sangat signifikan pada musim libur Lebaran 2025.
Total penumpang yang naik dan turun di Stasiun Karawang mencapai 22.419 orang. Lonjakan tertinggi terjadi pada masa puncak arus balik, yakni H+2 Lebaran. Jumlah penumpang per hari itu tercatat sebanyak 2.305 orang.
“Terjadi peningkatan hingga empat kali lipat dibandingkan hari-hari biasa yang melayani sekitar 500 penumpang per hari,” jelas General Manager Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Eva Chairunisa, Kamis, 17 April 2025.
Ia mengatakan bahwa tahun ini menjadi momentum penting bagi Stasiun Karawang. Sebab, kali pertama melayani penumpang pada periode Lebaran sejak resmi beroperasi pada Desember 2024.
Antusiasme masyarakat, lanjutnya, cukup tinggi. Hal ini tercermin dari tingginya okupansi, baik dari arah Jakarta maupun Bandung. Bahkan hingga kini terpantau volume naik turun di Stasiun Karawang terus mengalami peningkatan positif secara bertahap.
“Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa Karawang mulai dilirik bukan hanya sebagai lokasi untuk bisnis, tapi juga wisata belanja,” tutur Eva.
Dengan demikian, lanjutnya, saat ini berkolaborasi dengan pemerintah daerah terus berupaya melakukan percepatan. Terutama untuk akses-akses baru yang akan lebih memudahkan menuju Stasiun Karawang.
Sekitar 30 persen penumpang yang turun di Karawang, kata Eva, memanfaatkan momentum liburan untuk wisata belanja.
Salah satu destinasi yang paling banyak dituju adalah Grand Outlet. Keberadaannya sudah terkoneksi langsung dengan Stasiun Karawang melalui layanan shuttle gratis.
Tarif Whoosh untuk rute Halim–Karawang maupun sebaliknya berkisar antara Rp75.000 hingga Rp100.000 untuk kelas Premium Economy.
Sedangkan rute Karawang menuju Padalarang atau Tegalluar Summarecon maupun sebaliknya, rentang tarifnya diantara harga Rp125.000 hingga Rp150.000.
“Tarif tersebut sangat terjangkau untuk perjalanan yang cepat dan nyaman,” ujarnya.
Bagi penumpang yang ingin lebih hemat, KCIC juga menyediakan Frequent Whoosher Card (FWC) atau kartu langganan khusus. Untuk relasi Karawang dapat dibeli di seluruh stasiun Whoosh.
Tersedia dua jenis kartu langganan menuju Karawang yaitu:
1. FWC JaKa: Untuk perjalanan relasi Jakarta-Karawang atau sebaliknya
* Gold: Rp500.000 untuk 10 perjalanan atau senilai Rp50.000 per perjalanan (masa berlaku 60 hari sejak pembelian)
* Silver: Rp450.000 untuk 6 perjalanan atau senilai Rp75.000 per perjalanan (masa berlaku 30 hari sejak pembelian)
2. FWC KaBan: Untuk perjalanan relasi Karawang-Bandung atau sebaliknya
* Gold: Rp1.000.000 untuk 10 perjalanan atau senilai Rp100.000 per perjalanan (masa berlaku 60 hari sejak pembelian)
* Silver: Rp750.000 untuk 6 perjalanan atau senilai Rp125.000 per perjalanan (masa berlaku 30 hari sejak pembelian)
Eva menambahkan, tingginya animo penumpang Whoosh di momen libur lebaran kemarin memicu pihak Grand Outlet untuk menambah jumlah armada shuttle dari 1 unit menjadi 3 unit per hari di momen libur Lebaran.
Para penumpang cukup datang di pagi hari, berbelanja di siang hari, lalu kembali ke kota asal di sore atau malam hari.
“Peningkatan jumlah penumpang di Stasiun Karawang merupakan hal yang sangat positif. Ini menunjukkan bahwa Whoosh bukan hanya sekadar moda transportasi modern, tapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru di sekitar stasiun,” tutup Eva.

