Samarinda – Pandemi Covid-19 yang masih melanda hingga tahun 2022 ini membuat sejumlah umat Konghucu yang merayakan Imlek di Kelenteng Thien Ie Kong dibatasi.

Direktur Kelenteng Thien Ie Kong Samarinda Hansen mengatakan, perayaan imlek di tahun macan air ini, umat hanya diperkenankan untuk datang beribadah secara sederhana saja tanpa kemeriahan seremoni seperti festival bazar dan pertunjukkan barongsai.
“Tahun ini umat hanya ibadah seperti biasa, ibadah sembahyang saja, karena kita belum berani juga mengadakan barongsai, ada stan-stan festival bazar, belum ada acara juga mengingat pandemi Covid-19 ini kita jaga protokol kesehatan (prokes) ketat,” ujarnya saat ditemui Narasi.co.
Hansen menerangkan, pihaknya juga menerima instruksi pemerintah agar dapat membantu menekan penularan Covid-19 dengan tidak membiarkan terjadinya kerumunan massal.
Sehingga pihak Kelenteng Thien Ie Kong menerapkan jadwal waktu untuk umat beribadah yakni mulai pukul 06.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita.
“Jadi yang mau beribadah ke sini harus bergantian, tidak berkerumun,” jelasnya.
Di sisi lain pada Imlek Tahun 2022 ini, Hansen berharap agar bangsa, negara, dan masyarakat Indonesia dapat menghadapi pandemi Covid-19 dengan optimis sehingga di tahun yang akan datang Covid-19 dapat sirna dan semua bisa hidup kembali normal.

