SAMARINDA: Pergantian malam tahun baru 2026, Teras Samarinda jadi pilihan warga merayakan akhir tahun. Pemerintah Samarinda tengah mematangkan persiapan menjelang malam pergantian tahun baru.
Asisten II Sekretaris Kota Samarinda Marnabas Patiroy menyatakan bahwa pemantauan akan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan perayaan berjalan kondusif, aman dan bersih.
Dalam rapat koordinasi bersama Badan Kesbangpol, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta TNI dan Polri, Pemkot Samarinda menetapkan tiga fase utama pengamanan pra-acara, pelaksanaan malam tahun baru dan setelah acara.
“Satpol PP akan dikerahkan untuk menertibkan pedagang dadakan, seperti penjual jagung, agar tidak mengganggu arus lalu lintas. Meski diizinkan berjualan,;ungkap Marnabas .
Selain itu, para pedagang boleh berjualan karena ini kegiatan setahun sekali, tapi jangan mengganggu lalu lintas dan kebersihan. Dalam kegiatan tersebut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyiapkan karung-karung sampah di titik jualan agar sampah tidak berhamburan,
Seperti tahun sebelumnya, Wali Kota Samarinda meminta pusat kegiatan masyarakat dipusatkan di Teras Samarinda. Berbagai hiburan seperti penampilan band lokal dan permainan lighting (pencahayaan) akan disiapkan untuk menghibur warga di area Amfiteater.
“Pusatnya di Amfiteater dan sekitarnya. Nanti ada hiburan musik yang sifatnya menghibur tapi tetap terkendali. Pak Wali juga dijadwalkan hadir untuk telekonferensi bersama Kapolri/Kapolda di posko depan Kantor Gubernur sebelum bergabung ke Teras Samarinda untuk doa bersama,” tambahnya.
Pemerintah bersama aparat gabungan akan memperketat pengawasan terhadap peredaran minuman keras (miras). Razia akan dilakukan di tempat-tempat yang tidak memiliki izin resmi.
“Informasi sementara, ada imbauan untuk tidak melakukan pesta kembang api. Beberapa izin bahkan dikabarkan ditarik kembali. Untuk kepastiannya, itu wewenang pihak kepolisian,” tegasnya.
“Kami berharap anak-anak muda segera pulang setelah acara. Jangan sampai begadang berlebihan hingga meninggalkan salat Subuh bagi yang Muslim,” kata Marnabas.
Selain itu, Pemkot Samarinda telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, rumah sakit dan PMI untuk bersiaga jika terjadi kondisi darurat atau kecelakaan.

