JAKARTA: Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik mengaku sangat senang karena seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kaltim bersepakat untuk berkolaborasi.
“Kolaborasi ini sangat baik. Ibaratnya untuk Kaltim, keluar kantong kiri, masuk kantong kanan,” canda Akmal usai menyaksikan Penandatanganan MoU Kolaborasi BUMD Kaltim di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Kamis (7/3/2024).
Penandatanganan MoU Kolaborasi BUMD dilakukan oleh pimpinan Perusda MBS, Bankaltimtara, PT Mandiri Migas Pratama (MMP), PT Bara Kaltim Sejahtera (BKS), PT Jamkrida Kaltim, PT Listrik Kaltim dan PT Silva Kaltim Sejahtera (SKS).
“Ini kemajuan positif dan insyaallah baik untuk Kaltim ke depan,” ucapnya.
Menurutnya, komitmen ini sangat sejalan dengan imbauannya agar seluruh BUMD Kaltim berkolaborasi, bekerja sama saling menguntungkan, mengembangkan rantai bisnis yang sehat dan berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi daerah dan pendapatan asli daerah (PAD).
Ia menjelaskan, kolaborasi yang bisa dilakukan misalnya adalah pengembangan bisnis mobil listrik untuk pemerintahan dan BUMD, serta masyarakat umum.
Dimana Perusda Melati Bakti Satya (MBS) diarahkan mengembangkan bisnis mobil listrik. Perusda lainnya, Bankaltimtara bisa membantu dalam pembiayaan. Dengan begitu, sinergi antara perusda Kaltim akan terbangun dengan baik.
Selain itu, kolaborasi juga harus dikembangkan untuk bidang-bidang yang lain. Salah satunya untuk urusan asuransi. Untuk asuransi, BUMD-BUMD Kaltim bisa berkolaborasi dengan PT Jamkrida Kaltim.
“BUMD ini adalah salah satu BUMD Pemprov Kaltim,” sehutnya.
Begitu pula untuk urusan perhotelan. Jika ada kegiatan rapat di Jakarta bisa dilakukan di Hotel Pandurata dalam kelola Perusda MBS.
“Nah, kalau BUMD perlu pembiayaan bisa kerja sama dengan Bankaltimtara. Tapi begitu juga kalau BUMD punya dana idle, dana berlebih, ya simpanlah di Bankaltimtara,” sarannya.
MoU juga dilakukan bersama PP Muhammadiyah. Ini adalah bagian dukungan BUMD, khususnya Bankaltimtara untuk lebih besar berkontribusi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan sosial kemanusiaan.(*)

