Samarinda – Gubernur Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor mendorong agar Pramuka Kaltim dapat berperan aktif dengan memberikan kontribusi positif menyambut perpindahan ibu kota negara (IKN) ke Kaltim.

Menurut Isran Noor, Pramuka merupakan organisasi atau gerakan kepanduan yang merupakan wadah proses pendidikan dan pembinaan generasi muda. Pemerintah telah mengakui dan memberikan dukungan ruang dan gerak kepada pramuka yang sangat luas.
Karena itu menjadi kewajiban untuk memanfaatkan peluang dan potensi besar tersebut sehingga untuk diberdayakan dan digunakan secara maksimal.
“Bangun dan bangkitkan kembali gerakan Pramuka dari berbagai tingkatan untuk menjadi organisasi modern, mandiri, kuat, dan profesional,” tegasnya dalam kegiatan Gerakan Pramuka Kaltim di Hotel Royal Victoria, Sangatta pada Jumat (26/11/2021) malam.
Isran menambahkan, ke depan Kaltim akan semakin diberikan tugas dan beban yang cukup berat mengingat Kaltim adalah lokasi rencana pemindahan IKN sehingga semua unsur elemen masyarakat harus bisa memberikan dukungan bukan lagi menghalangi rencana pemerintah tersebut.
“Keberadaan ibu kota adalah kebanggaan generasi bangsa. Keberadaan IKN adalah milik bangsa dunia, oleh sebab itu, keberadaan IKN di Kaltim selain memberikan manfaat ekonomi juga merupakan sebuah kebanggan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menyampaikan harapan yang sama terhadap kontribusi dari Pramuka. Kata dia, Pramuka merupakan organisasi ranah nasional maka baiknya gerakan Pramuka Kaltim dalam berkegiatan bisa ditingkatkan lagi.
Berbicara tentang perpindahan IKN, pastinya Pramuka harus siap untuk mengemban amanat tongkat estafet dan menyampaikan pada masyarakat bahwa tidak ada persoalan penting yang menghalangi perpindahan ibu kota ke Kaltim.
“Semua kita bersatu Bhineka Tunggal Ika,” katanya.
Bagi dia, perpindahan di lokasi yang telah direncanakan adalah hal yang luar biasa dan merupakan zona strategis bagi Pemerintahan Indonesia sebab tidak terdapat persoalan kewilayahan dengan masyarakat lokal, maka lebih mudah untuk mengawalnya.
“Kutim sendiri wajib menjadi penyangga utama karena persis berada pada alur kepulauan Indonesia dua yang sangat strategis dari sisi ekonomi,” ujarnya.

