SAMARINDA: Kalimantan Timur (Kaltim) menempati posisi kelima nasional sebagai provinsi dengan prevalensi penyakit jantung tertinggi, berdasarkan data kesehatan nasional terbaru.
Angkanya mencapai 1,08 persen, sekaligus menjadi yang tertinggi di Pulau Kalimantan, disusul Kalimantan Utara yang berada di angka 0,95 persen dan menempati posisi ketujuh nasional.
Tiga provinsi dengan prevalensi tertinggi adalah DI Yogyakarta (1,67 persen), Papua Tengah (1,65 persen), dan DKI Jakarta (1,56 persen).
Provinsi lain seperti Jawa Barat, Bali, Kepulauan Riau, Jawa Timur, dan Sumatera Barat juga berada dalam daftar risiko tinggi.
Merespons tingginya angka kasus tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur memperkuat program preventif dan promosi kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, mengatakan bahwa sebagian besar pemicu penyakit jantung berasal dari faktor risiko yang dapat dikendalikan masyarakat.
“Kami lebih banyak melakukan upaya preventif dan promosi. Faktor terbesar penyakit jantung adalah hipertensi, diabetes mellitus, obesitas, dan gaya hidup kurang gerak,” ujar Jaya usai menghadiri Pelantikan Pengurus Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kaltim, Kamis, 11 Desember 2025.
Jaya mengingatkan bahwa tanpa upaya pencegahan berkelanjutan, peningkatan kasus jantung koroner termasuk komplikasi seperti penyempitan pembuluh darah dan henti jantung akan sulit ditekan.
“Jika penyempitan jantung terjadi, pasien bisa membutuhkan pemasangan ring. Kalau tidak tertangani, risikonya henti jantung dan meninggal,” jelasnya.
Ia menjelaskan, pola hidup minim gerak kini menjadi salah satu risiko terbesar yang memicu penyakit kardiovaskular.
Karena itu, Dinas Kesehatan menggencarkan kampanye aktivitas fisik dan pola hidup sehat bekerja sama dengan YJI Kaltim.
Salah satu program yang segera diperluas adalah senam jantung sehat, yang akan digerakkan secara masif di lingkungan masyarakat.
“YJI Kaltim punya program senam jantung sehat. Ini akan kita sosialisasikan, kita gerakkan lebih luas. Masyarakat harus gemar aktivitas jantung sehat,” tegas Jaya.

