BONTANG : Calon Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) nomor urut 2 Rudy Mas’ud, menanggapi pernyataan calon wakil gubernur nomor urut 1 Hadi Mulyadi yang menyebutkan program “gratis poll” dinilai kurang realistis.
Rudy justru mempertanyakan efektivitas pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Timur yang dinilai tidak maksimal dalam memperbaiki infrastruktur dan menyelesaikan persoalan sosial.
Rudy menegaskan APBD Kalimantan Timur adalah yang terbesar dibandingkan gabungan seluruh provinsi di Kalimantan lainnya.
Namun, infrastruktur yang belum memadai, angka pengangguran yang tinggi, serta tingginya kasus stunting di Kalimantan Timur menjadi bukti bahwa pengelolaan APBD belum memberikan hasil maksimal bagi masyarakat.
“Yang tidak rasional itu adalah APBD Kalimantan Timur besar tapi infrastruktur kita masih jelek, pengangguran tinggi, dan angka stunting pun tinggi,” ujar Rudy Mas’ud.
Selain itu, Rudy menggarisbawahi Kalimantan Timur memiliki APBD terbesar kelima secara nasional.
Dengan besarnya alokasi anggaran ini, menurutnya, sudah seharusnya kualitas infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat berada pada level yang lebih baik.
Sayangnya, situasi yang terjadi justru menunjukkan ketertinggalan di berbagai sektor.
“Artinya, kita perlu mempertanyakan anggaran ini dialokasikan untuk apa,” kritik Rudy dengan tegas.
Sebagai bentuk komitmennya terhadap pembangunan Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud memperkenalkan program “gratispoll,” yang menjadi salah satu dari tujuh program unggulan yang ia tawarkan.
Program ini menyasar berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dengan memberikan berbagai fasilitas gratis yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Program “gratispoll” mencangkup pendidikan gratis, layanan kesehatan gratis, serta peningkatan akses infrastruktur jalan dan fasilitas umum di wilayah-wilayah terpencil.
Rudy percaya, dengan pengelolaan anggaran yang lebih efektif dan tepat sasaran, Kalimantan Timur akan mampu mencapai kemajuan signifikan.
Menanggapi anggapan program ini sulit direalisasikan, Rudy menyatakan bahwa kuncinya adalah penataan dan pengalokasian anggaran yang benar.
“Saya optimistis program ini dapat dijalankan jika anggaran dikelola secara efektif dan prioritas diberikan pada program-program yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” ungkapnya penuh keyakinan.(*)

