SAMARINDA: Wali Kota Samarinda, Andi Harun memberikan peringatan serius mengenai kondisi keuangan daerah yang diprediksi akan mengalami tekanan hebat atau kontraksi fiskal pada tahun mendatang.
Ia mengaku berdasarkan data ketersediaan anggaran, APBD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang tahun ini berada di angka Rp14 triliun, kemungkinan besar akan menyusut menjadi Rp12 triliun pada tahun depan.
“Kita harus jujur, APBD se-Kaltim saat ini sedang mengalami tekanan yang sangat dalam. Tahun depan diprediksi tinggal 12 triliun, sementara belanja rutin pegawai saja sudah memakan hampir 5 triliun,” ujarnya, Jumat, 3 April 2026.
Andi Harun menjelaskan bahwa kondisi ini tidak terlepas dari situasi ekonomi makro nasional. Saat ini, defisit APBN tercatat mencapai Rp135,7 triliun.
Hal ini diperparah oleh selisih kurs dolar yang kini menyentuh angka hampir Rp17.000, yakni Rp16.994 jauh di atas asumsi makro pemerintah pusat sebesar Rp16.500.
“Ada margin negatif yang luar biasa dari selisih dolar dan harga minyak dunia. Kondisi ini hampir pasti akan berdampak pada pengurangan Transfer ke Daerah (TKD) tahun depan,” imbuhnya.
Menyikapi tantangan finansial yang berat ini, Andi Harun menginstruksikan agar jajaran pemerintah daerah mulai melakukan pengetatan anggaran secara disiplin.
Ia mengibaratkan langkah ini sebagai upaya ‘berpuasa’ untuk menjaga kesehatan fiskal jangka panjang.
“Saya memilih untuk ‘berpuasa’ di tahun ini dalam rangka menyehatkan APBD tahun-tahun mendatang. Kita tidak boleh terjebak dalam pola gali lubang tutup lubang atau berutang ke bank hanya karena ingin memaksakan kegiatan,” tegasnya.
Meskipun ruang gerak fiskal semakin terbatas, Andi Harun menekankan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
Ia juga meminta para pengambil kebijakan untuk lebih jeli dalam mengelola prioritas belanja agar pembangunan tetap berjalan efektif di tengah keterbatasan.
“Jangan sampai APBD dihambur-hamburkan kalau angka kemiskinan tidak berkurang. Kita harus meletakkan arah yang tepat meski hasilnya mungkin tidak langsung sempurna,” pungkasnya.

