SAMARINDA –Berpuasa tak hanya berdampak pada pola makan, tetapi juga memicu perubahan kondisi kesehatan gigi dan mulut. Sehingga diperlukannya perawatan untuk mampu menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Drg Isti Daristivia menerangkan, perubahan paling umum yang dirasakan saat berpuasa adalah mulut terasa kering dan muncul bau tidak sedap.
Hal itu disampaikannya kepada media ini, di Esem Dental Care, Jalan Sejahtera 12A, Rapak Dalam, Loa Janan Ilir, Selasa,24 Februari 2026.
“Yang pertama, mulut terasa kering dan bau. Kenapa mulut terasa kering dan bau? Itu disebabkan karena kurangnya asupan cairan selama bulan puasa. Asupan cairan berkurang, maka produksi air liur pun juga ikut berkurang,” jelasnya.
Air liur memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan rongga mulut. Tak hanya sekadar pelembap alami, tetapi juga berfungsi menetralisir asam, membersihkan sisa makanan, dan melindungi lapisan enamel gigi.
Ketika produksi air liur menurun selama puasa, maka kondisi pH mulut pun menjadi asam. “Sehingga memicu ketidakseimbangan bakteri di dalam mulut. Itulah yang menyebabkan kondisi seseorang mulutnya bau seperti itu,” bebernya.
Ia menjelaskan, kekurangan asupan cairan dalam waktu lama membuat pH mulut menjadi lebih asam sehingga bakteri lebih aktif.
Kondisi mulut yang lebih asam saat berpuasa juga berpotensi meningkatkan risiko masalah gigi dan gusi. Yakni penumpukan plak dan pembentukan karang gigi menjadi lebih cepat.
Perubahan pola makan saat sahur dan berbuka juga turut memengaruhi kesehatan gigi. Ia menyoroti kebiasaan langsung mengonsumsi makanan manis dan lengket saat berbuka.
Ia menyarankan agar berbuka diawali dengan air putih suhu normal sebelum mengonsumsi makanan atau minuman lainnya.
“Puasa itu sebaiknya berbuka dengan air putih terlebih dahulu untuk menurunkan pH asam yang ada di dalam mulut. Oke, baru kurangi makan manis dan lengket pada saat berbuka puasa,”terangnya.
“Karena kalau langsung itu, pH asamnya itu bisa meningkat secara drastis. Bisa menyebabkan resiko terjadinya gigi berlubang dan gigi menjadi lebih sensitif,”sambungnya.
Selain itu, drg Isti juga mengingatkan soal suhu minuman saat berbuka. Menurutnya, kondisi mulut yang kering membuat gigi lebih sensitif terhadap perubahan suhu ekstrem.

