JAKARTA: Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur Abdurrahman Amin menyatakan bahwa masuknya Wali Kota Samarinda sebagai kandidat penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 merupakan hasil respons cepat dan keseriusan Pemerintah Kota Samarinda dalam merespons agenda kebudayaan nasional yang digagas PWI Pusat.
Menurut Abdurrahman, Anugerah Kebudayaan PWI Pusat sejatinya telah menjadi agenda tahunan PWI di daerah.
Untuk tahun 2026, PWI Pusat mengeluarkan surat edaran kepada pengurus provinsi, yang kemudian diteruskan PWI Kalimantan Timur kepada pemerintah kabupaten dan kota di wilayah Kaltim.
“Yang langsung merespons dan mempersiapkan semuanya itu adalah Pemerintah Kota Samarinda, yang digawangi langsung oleh dinas pendidikan dan kebudayaan,” kata Abdurrahman saat diwawancarai usai Silaturahmi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat, di Hall Dewan Pers, Kamis, 8 Januari 2026.
Ia menyebutkan, langkah cepat tersebut mengantarkan Wali Kota Andi Harun sebagai wakil Provinsi Kalimantan Timur yang masuk nominasi Kepala Daerah Penerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat.
Penghargaan tersebut rencananya akan diserahkan pada puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026, 9 Februari, di Kota Serang, Provinsi Banten.
Abdurrahman menilai, momentum ini menjadi penanda penting bagi penguatan kebudayaan daerah, khususnya di Kota Samarinda.
Ia menegaskan bahwa perhatian Wali Kota Samarinda terhadap kebudayaan selama ini tergolong tinggi dan konsisten.
“Komitmen pak wali terhadap kebudayaan cukup besar. Itu terlihat dari atensi beliau terhadap tim penyusun proposal, yang benar-benar dikawal langsung sampai ke tingkat nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, masuknya Samarinda dalam 10 besar nominasi bukanlah hal yang kebetulan.
Menurutnya, perhatian langsung kepala daerah terhadap substansi kebudayaan menjadi faktor penting dalam proses seleksi.
“Tidak heran Samarinda bisa menyisihkan daerah lain. pak wali memberikan perhatian besar terhadap proposal yang diajukan,” katanya.
Dalam tahapan selanjutnya, Wali Kota Samarinda dijadwalkan mengikuti presentasi di hadapan dewan juri pada 9 Januari 2026.
Presentasi tersebut berfungsi untuk memperkuat argumentasi dan gagasan kebudayaan yang telah disampaikan melalui proposal tertulis.
“Presentasi ini untuk mempertegas dan menguatkan apa yang sudah disampaikan dalam proposal,” jelas Abdurrahman.
Adapun kebudayaan yang diangkat Kota Samarinda dalam Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 adalah Sarung Tenun Samarinda, yang dinilai sebagai salah satu warisan budaya paling ikonik dan telah dikenal hingga tingkat nasional maupun internasional.
“Sarung Tenun Samarinda ini warisan budaya yang melegenda dan mendunia. Tapi kita juga sadar, kebudayaan ini menghadapi ancaman serius akibat modernitas,” ujarnya.
Abdurrahman, yang mengaku tinggal di sekitar kawasan pengrajin Sarung Samarinda di Samarinda Selatan, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap keberlanjutan tradisi tersebut.
Ia menilai regenerasi perajin menjadi tantangan utama yang perlu segera diintervensi oleh pemerintah daerah.
“Generasi yang terlibat dalam proses pembuatan sarung tenun ini semakin berkurang. Karena itu, peran kepala daerah sangat penting untuk menyelamatkan kebudayaan ini,” katanya.
Ia menilai, masuknya Wali Kota Samarinda sebagai kandidat penerima Anugerah Kebudayaan merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah kota dalam menjaga identitas budaya daerah.
“Kita syukuri ini sebagai momentum dan bentuk komitmen Pak Wali Kota untuk melestarikan kebudayaan khas Samarinda, khususnya Sarung Tenun Samarinda,” ujarnya.
Terkait target capaian, Abdurrahman menyebut PWI Kaltim tidak memasang ekspektasi berlebihan terhadap peringkat akhir.
Namun, ia menegaskan bahwa kehadiran Samarinda di tingkat nasional sudah menjadi capaian strategis bagi upaya pelestarian budaya.
“Masuk 10 besar ini saja sudah menjadi momentum penting. Kita bisa kembali menggaungkan Sarung Tenun Samarinda di tingkat nasional, bahkan mendunia,” katanya.
Meski demikian, Abdurrahman mengaku optimistis terhadap hasil presentasi yang akan disampaikan Wali Kota Samarinda.
“Kami optimistis. Dengan gaya presentasi Pak Wali dan kepercayaan diri beliau, itu bisa memberi kesan kuat bagi para juri,” pungkasnya.

