SAMARINDA: Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai mempersiapkan pembangunan dapur untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah.
Sekretaris PWNU Kaltim, Abu Bakar Madani, menyebut saat ini terdapat tiga titik yang telah resmi ditetapkan dan sedang dalam proses pembangunan fasilitas dapur.
“Tiga titik yang sudah ada itu di Kembang Janggut, kemudian di Penajam tepatnya di Babulu, dan satu lagi di Kabupaten Paser di Long Ikis,” ujar Abu Bakar Madani saat diwawancarai, Sabtu, 7 Maret 2026.
Ia menjelaskan pembangunan yang sedang berlangsung merupakan fasilitas dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan digunakan untuk menyiapkan makanan dalam program MBG.
“Yang sementara proses pembangunan itu SPPG-nya, tempat dapurnya,” jelasnya.
Menurut Abu Bakar, untuk wilayah Samarinda sendiri saat ini belum mendapatkan alokasi pembangunan dapur MBG.
Namun, proses pengajuan dan rekomendasi masih terus berjalan sehingga diharapkan ke depan program tersebut juga dapat hadir di ibu kota provinsi tersebut.
“Kalau di Samarinda kita belum dapat. Sementara tiga titik itu saja yang sudah resmi. Tapi proses rekomendasi untuk Samarinda masih berjalan,” katanya.
Selain tiga lokasi tersebut, ia juga menyebut terdapat beberapa inisiatif pembangunan dapur MBG yang digagas oleh pengurus NU melalui yayasan lain di sejumlah wilayah.
“Sebenarnya ada juga yang sifatnya personal pengurus melalui yayasan lain, misalnya di Anggana. Itu juga sedang dalam proses pembangunan dapur,” ungkapnya.
Abu Bakar menambahkan keberadaan dapur MBG tidak hanya mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang lapangan kerja baru bagi warga sekitar.
Menurutnya, PWNU Kaltim juga telah menyiapkan sumber daya manusia untuk menjalankan operasional dapur melalui berbagai pelatihan teknis.
“Kita juga sudah beberapa kali melaksanakan semacam bimtek untuk petugas yang akan melayani di SPPG, termasuk yang menyiapkan makanan,” ujarnya.
Ia berharap pembangunan dapur MBG di beberapa daerah tersebut dapat segera rampung sehingga program pelayanan gizi bagi masyarakat dapat berjalan optimal.
“Insyaallah program ini akan berjalan terus dan bisa memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

