SAMARINDA: Perum Badan Urusan Logistik (BULOG), Satgas Pangan Polda dan pelaku usaha lakukan antisipasi kecukupan stok/pasokan barang kebutuhan pokok menghadapi Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 melalui Rapat Koordinasi (Rakor).
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Heni Purwaningsih dalam sambutan Rapat Koordinasi Daerah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) di Samarinda, Kamis (16/11/2023).
“Dasar pelaksanaan Rakor Daerah HBKN hari ini adalah Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah Tahun Anggaran 2023 pada Program Satabilisasi Harga Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.
Heni memaparkan tujuan pelaksanaan rapat ini untuk bersinergi dalam mengantisipasi sejak dini potensi kenaikan permintaan bahan pokok yang dapat mempengaruhi harga bahan pokok menjelang Hari Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.
“Kita juga berusaha memastikan bagaimana ketersediaan dan kondisi harga barang kebutuhan pokok di Kaltim tetap aman dengan harga yang stabil di masyarakat,” jelasnya.
“Dan mencari solusi atas permasalahan stabilitas harga dan ketersediaan stok barang kebutuhan pokok menjelang Natal 2023 dan Tahun Baru 2024,” lanjutnya.
Lebih lanjut, dalam menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional, Heni menegaskan bahwa Disperindagkop dan UKM sudah melaksanakan beberapa upaya untuk memastikan kebutuhan pokok tersedia.
“Kita sudah lakukan koordinasi dan sinergi dengan stakeholders terkait, diantaranya dalam bentuk Rapat Koordinasi (Rakor) antara Pusat dan Pemerintah Daerah, Instansi terkait dan Pelaku Usaha seperti yang kita lakukan saat ini,” imbuhnya.
“Kami juga rutin melakukan pemantauan dan pengawasan dengan membentuk tim monitoring harga dan stok barang kebutuhan pokok di semua kabupaten/kota se-Kaltim dimana laporan harga dan stok dikirimkan secara rutin setiap hari melalui aplikasi Sistem Informasi Perdagangan Kaltim (SIP-KALTIM), selain itu melakukan pemantauan dan pengawasan ke pasar tradisional, gudang Bulog, gudang distributor dan ritel modern,” lanjutnya.
Sebelum mengakhiri sambutan, Heni sampaikan juga bahwa sebagian besar kebutuhan bahan pokok masyarakat Kaltim masih disuplai dari Jawa dan Sulawesi. Sehingga kondisi ketersediaan dan juga kondisi jalur distribusi dari kedua daerah tersebut sangat mempengaruhi harga dan stok barang kebutuhan pokok di Kaltim.
“Oleh sebab itu diperlukan upaya koordinasi lintas sektor untuk memastikan supply dan distribusi barang kebutuhan pokok bisa berjalan lancar,” pungkasnya. (*)

