BONTANG: Wakil Ketua DPRD Kota Bontang, Maming, resmi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pisangan, Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan, Minggu, 5 April 2026.
Sebelum dimakamkan, jenazah almarhum terlebih dahulu disalatkan di Masjid Al Muhajirin Bukit Indah.
Prosesi salat jenazah berlangsung tenang juga dihadiri oleh keluarga, kerabat, serta masyarakat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.
Usai prosesi salat jenazah, iring-iringan pengantar jenazah menuju TPU Pisangan tampak sangat ramai. Ratusan masyarakat turut mengantar almarhum hingga ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Tidak hanya masyarakat, sejumlah pejabat daerah, anggota legislatif, serta rekan-rekan almarhum dari berbagai kalangan juga terlihat hadir dalam prosesi pemakaman tersebut.
Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman. Banyak pelayat yang tampak mengiringi jenazah hingga proses pemakaman selesai sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang dikenal dekat dengan masyarakat itu.
Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua DPRD Bontang tersebut meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD Taman Husada Bontang pada Sabtu, 4 April 2026 malam.
Almarhum menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 22.15 Wita akibat penyakit jantung yang telah lama dideritanya.
Pihak keluarga melalui menantu almarhum, Denny Saskin, membenarkan kabar tersebut. Ia menjelaskan bahwa riwayat penyakit jantung sudah dialami almarhum sejak lama, bahkan sejak masih aktif bekerja di sektor pertambangan.
“Untuk penyakitnya memang sudah lama. Dulu waktu masih aktif di tambang, bapak sempat mengalami serangan jantung dan sudah dipasangkan ring di jantungnya,” ujarnya.
Pada Sabtu siang sekitar pukul 12.30 Wita, kondisi almarhum dilaporkan menurun usai melaksanakan salat Zuhur. Ia kemudian sempat dilarikan ke Rumah Sakit Amalia Bontang untuk mendapatkan penanganan awal.
Namun karena keterbatasan dokter spesialis jantung di rumah sakit tersebut, almarhum kemudian dirujuk ke RSUD Taman Husada sekitar pukul 17.00 Wita.
Meski telah mendapatkan penanganan intensif dari tim medis, termasuk dua kali tindakan resusitasi jantung paru (RJP), nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan.
“Dokter menyampaikan bapak meninggal sekitar jam 22.15 Wita. Sempat dua kali RJP, tapi saat pemeriksaan pupil mata sudah tidak merespons dan langsung dinyatakan meninggal,” jelasnya.
Dalam perjalanan karier politiknya, almarhum dikenal sebagai sosok pekerja keras. Ia telah menjabat sebagai anggota DPRD Bontang selama dua periode dan dipercaya sebagai Wakil Ketua DPRD.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, serta masyarakat yang mengenalnya sebagai figur yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial maupun pelayanan publik di Kota Bontang.

