SAMARINDA: Kesehatan gigi dan mulut selama berpuasa harus dijaga lebih ekstra, mengingat potensi kerusakan gigi semakin besar. Menurut drg Isti Daristivia,perawatan gigi di bulan suci Ramadan waktu yang tepat untuk menyikat gigi tetap dua kali sehari.

“Sikat giginya tetap sama dua kali sehari. Pada saat malam hari sebelum tidur itu sikat gigi. terus setelah imsak. Pada saat sahur tapi setelah imsak,” jelasnya ditemui Narasi.co di kliniknya yang berlokasi di Jalan Sejahtera 12A, Rapak Dalam, Loa Janan Ilir, Selasa, 24 Februari 2026.
Khusus untuk menyikat gigi pada saat sahur, Isti menekankan untuk memberikan waktu jeda antara sahur dan sikat gigi.
Hal ini guna memberikan waktu air liur melakukan fungsinya untuk membersihkan sisa makanan dan melindungi lapisan enamel gigi.
Ia menyarankan jeda sekitar 30–60 menit setelah sahur sebelum menyikat gigi.
Terkait penggunaan obat kumur saat puasa, dokter Isti memastikan hal tersebut aman selama tidak tertelan. Bahkan, penggunaan obat kumur setelah menyikat gigi diperbolehkan dan dianjurkan. Namun, ia mengingatkan agar memilih produk non-alkohol.
“Boleh, malah dianjurkan. Tapi dikurangin ya, jangan yang mengandung alkohol. Karena kan kalau mengandung alkohol, dia bisa menyebabkan mulut terasa lebih kering. Jadi disarankan obat kumur yang non-alkohol,” jelasnya.
Selain menyikat gigi, ia juga menegaskan pentingnya membersihkan lidah. Menurutnya, bakteri juga banyak menempel di permukaan lidah sehingga perlu dibersihkan untuk mencegah bau mulut.
Pemilihan pasta gigi juga berperan penting. Ia menyarankan penggunaan pasta gigi berfluorida. Kandungan fluorida membantu menguatkan enamel, terutama saat kondisi mulut cenderung kering selama puasa.
“Kita menggunakan pasta gigi yang berfluorida untuk mencegah gigi berlubang. Jadi dia memperkuat lapisan enamel,” terangnya.
Namun demikian dengan penggunaan benang gigi (dental floss) juga aman dilakukan saat berpuasa, dengan catatan tidak ada sisa makanan atau darah yang tertelan.
Untuk menjaga kelembapan mulut, Isti menyarankan pola minum delapan gelas sehari dengan pembagian yang tepat. Ia juga menganjurkan konsumsi buah dan sayur tinggi serat sebagai sumber cairan alami bagi rongga mulut.
“Itu tadi minum air yang cukup 8 gelas sehari. Di mana buka puasa 2 gelas pada saat sebelum tidur 4 gelas. Lalu sahur 2 gelas,” jelasnya.
Ia mengingatkan agar menghindari kopi dan rokok karena dapat memperparah kondisi mulut kering. “Terus hindari kopi dan rokok. Karena kopi dan rokok bisa menyebabkan kondisi mulut terasa lebih kering,” tegasnya.
Dengan perawatan yang tepat dan konsisten, Isti menegaskan kesehatan gigi dan mulut tetap bisa terjaga optimal meski sedang menjalankan ibadah puasa.

