Samarinda – Asisten I Setda Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Jauhar Efendi sebut renovasi Asrama Atlet Samarinda yang difungsikan sebagai tempat isolasi terpusat (isoter) segera beres.
Dikatakannya, jika dirinya baru menghadiri rapat terkait kelanjutan pembangunan isoter di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim pada Selasa (14/9/2021) dan berdasarkan pada laporan dari Kementerian PUPERA, pekerjaan sudah dimulai pada tanggal 23 Agustus 2021.

Namun melihat progres dari pekerjaan itu, per tanggal 9 September atau hari ke-18, yang rencana kumulatif sebelumnya akan mencapai 62,22%, tetapi dari realisasi kumulatif itu sudah berada di angka 67,28%, dengan standar deviasi 5,60%.
Sehingga dipastikan pada tanggal 21 September 2021, pekerjaan itu akan selesai dan sudah akan bisa dikondisikan. Kemudian mengingat ruang BPSDM yang sebelumnya digunakan sebagai tempat penanganan pasien terindikasi positif Covid-19, Jauhar menuturkan jika pihaknya telah mendapat laporan langsung dari Dinas Kesehatan bahwa total jumlah pasien rawat inap sudah menurun.
Jadi, di BPSDM itu biasanya menampung sekitar 170 orang setiap harinya dan jumlah keseluruhan yang dirawat itu lebih dari 1.300 pasien.
Menurut pendataan, yang paling tinggi itu memang di bulan Juli dan Agustus, lebih dari 1.000 orang. Tetapi untuk data terakhir yang telah diterima, total pasien yang dirawat sudah tinggal 4 orang.
Nanti pada tanggal 19 September mendatang, mereka para pasien sudah diperbolehkan pulang. Dan tempat tersebut akan ditutup. Barulah alat-alat kesehatan yang ada di sana (BPSDM) akan dipindahkan ke asrama atlet.
Dengan demikian asrama atlet sudah diperbaiki, kebutuhan alat-alat kesehatan sudah dilengkapi, walaupun tidak ada penghuninya. Karena yang terpenting adalah semua sudah siap.
“Istilahnya, sedia payung sebelum hujan. Kalau nakes, kiranya tidak terlalu sulit sebab sudah banyak yang terlatih, tinggal on call saja,” tutup Jauhar Efendi.

