PASER : Era digitalisasi, menjadikan jaringan internet sebagai suatu kebutuhan yang tak terhindarkan, baik si kota hingga daerah terpencil. Tak pelak, jaringan internet menjadi satu dari sekian acuan pembangunan.
“Kalau kita membangun infrastruktur, seperti jalan, jembatan, pelabuhan, maka diperlukan dukungan komunikasi, dan ini yang terus kita lakukan,”ungkap Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor, saat meresmikan internet desa sekaligus menyerahkan program internet desa kepada 11 kepala desa di Kantor Desa Rantau Panjang Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kamis (29/12/2022).
Berkenan dengan pengresmian tersebut, Gubernur Isran mengucapkan, selamat kepada desa-desa yang sudah menerima bantuan akses internet. Tentu ini berguna dan sangat bermanfaat, Insyaallah pasti bermanfaat.
Isran menjelaskan, saat ini Provinsi Kalimantan Timur memiliki sepuluh kabupaten dan kota yang terdiri dari 841 desa, 197 kelurahan dan 103 kecamatan.
“Dari seluruh desa yang kita miliki, tentu tidak semua bisa diakses internet. Artinya, ada saja dan mungkin masih banyak desa yang belum masuk internet,”jelasnya.
Namun, kata Isran, sesuai komitmen dan tekad dirinya bersama Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, agar meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Kaltim dan salah satunya terpenuhi akses komunikasi antar wilayah.
“Jadi kalau kita membangun infrastruktur, seperti jalan, jembatan, pelabuhan, maka diperlukan dukungan komunikasi dan ini yang terus kita lakukan. Bertahap, perlahan tapi pasti,” terangnya.
Isran pun menyarankan, agar jaringan internet sekiranya bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal positif seperti berusaha untuk menghasilkan uang (pendapatan).
“Ini pesanku aja, kalau bisa dimanfaatkan jaringan internet untuk menjual produk-produk desa, akhirnya warga desa di sini bisa mandiri, tidak perlu repot menjual produk yang dihasilkan,”sarannya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kaltim Muhammad Faisal menyampaikan bahwa bantuan internet icon plus bagi desa-desa di Kabupaten Paser merupakan program Gubernur Kaltim untuk membuka akses komunikasi di Benua Etam.
“Kami mengambil cara paling efektif, efesien dan cepat dalam akses komunikasi (internet) melalui kabel fiber optik,” ujarnya.
Ia menambahkan, berkat adanya ibu kota negara di Kaltim, khusus Kabupaten Paser oleh pemerintah pusat telah mengalokasikan untuk membangun 44 tower telekomunikasi.
“Sedangkan tower yang dibangun pemerintah kabupaten ada 5 tower, sehingga totalnya untuk Paser ini terdapat sekitar 50 tower,”ungkapnya.
Lebih lanjut, kata Faisal pemerintah lauching program Internet Desa bantuan Pemprov Kaltim di Paser 11 desa secara simbolis mewakili 38 desa lain. Pemprov Kaltim bukakan akses internet melalui jalur FO ke kantor desa dan di biayai berlangganan selama setahun dengan kecepatan 50 mbps/bulan. Di mana tahun berikutnya akan dilanjutkan oleh Pemda masing-masing.
“Insya Allah tahun 2023, kami targetkan 50 desa lagi yang belum masuk akses Internet dan kami akan atasi,”kata Faisal yang akrab dengan awak media itu.
Rincian jumlah desa adalah sebagai berikut,
1. Kabupaten Paser : 11 desa
2. Kabupaten Kukar :12 desa
3. Kabupaten Kubar : 8 desa
4. Kabupaten PPU : 4 desa
5. Kabupaten Kutim : 3 desa ( Sumber: Diskominfo Kaltim)

