KUKAR: Untuk pertama kalinya di Kalimantan Timur (Kaltim), kegiatan retreat khusus wartawan digelar sebagai ruang pembinaan karakter, penguatan mental, dan ketahanan fisik jurnalis.

Retreat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kaltim 2026 ini dibuka Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, Rabu, 21 Januari 2026, di Coconut Beach Samboja.
Retreat perdana bagi wartawan ini diikuti oleh 25 jurnalis dari Samarinda dan Kutai Kartanegara, terdiri dari 13 wartawan perempuan dan 12 wartawan laki-laki.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (21-22 Januari 2026).
Dalam sambutannya, Muhammad Faisal menegaskan bahwa retreat ini menjadi langkah baru dan strategis dalam penguatan kapasitas wartawan di daerah, bukan hanya dari sisi teknis jurnalistik, tetapi juga dari aspek mental dan fisik.
“Ini bukan sekadar pelatihan menulis atau diskusi media. Retreat ini menyentuh sisi yang jarang disentuh, yakni pembentukan karakter, ketahanan mental, dan kesiapan fisik wartawan di tengah disrupsi media yang sangat cepat,” ujar Faisal.
Ia menilai, tantangan jurnalis hari ini semakin kompleks.
Media profesional tidak hanya bersaing dengan sesama media, tetapi juga dengan media sosial, buzzer, dan news influencer yang mampu memproduksi informasi tanpa standar etika jurnalistik.
“Di tengah kondisi itu, wartawan dituntut tetap beretika, berintegritas, dan punya daya tahan. Retreat seperti ini menjadi ruang refleksi yang sangat penting,” katanya.
Retreat JMSI Kaltim 2026 mengusung tema “Jurnalis Masa Kini di Tengah Disrupsi Media dan Turbulensi Ekonomi Daerah”.
Seluruh rangkaian agenda dirancang tidak hanya berbasis diskusi kelas, tetapi juga pendidikan mental dan fisik jurnalis.
Beberapa agenda utama meliputi penguatan etika jurnalistik, pemahaman Undang-Undang Pers dan UU ITE, diskusi reflektif tentang peran pers di masyarakat, hingga renungan malam sebagai ruang refleksi dan penguatan mental–spiritual wartawan.
Selain itu, peserta juga mengikuti senam pagi dan aktivitas lapangan untuk melatih kebugaran, disiplin, serta kekompakan.
Ketua JMSI Kaltim menyampaikan bahwa retreat ini menjadi tonggak awal pembinaan wartawan yang lebih menyeluruh di daerah.
Menurutnya, wartawan tidak hanya membutuhkan keterampilan menulis, tetapi juga ketangguhan mental dan fisik agar mampu bertahan menghadapi tekanan profesi.
“Retreat ini menjadi ruang jeda bagi wartawan untuk menata ulang idealisme, memperkuat mental, dan menjaga kesehatan fisik. Ini penting agar wartawan tetap jernih, kuat, dan bertanggung jawab dalam menjalankan profesinya,” ujarnya.
Ia menambahkan, Retreat JMSI Kaltim ini direncanakan menjadi agenda rutin tahunan dan ke depan akan dikembangkan dengan skala yang lebih besar, serta melibatkan lebih banyak jurnalis dari berbagai daerah di Kaltim.
Melalui retreat perdana ini, JMSI Kaltim berharap lahir jurnalis yang tidak hanya adaptif terhadap perubahan teknologi, tetapi juga memiliki ketahanan mental, fisik, dan etika yang kuat dalam menjaga marwah profesi pers di daerah.

