Samarinda – Pembangunan RS Korpri yang sebelumnya menuai pro-kontra karena di bangun di kawasan banjir, akhirnya pengerjaannya dimulai.
Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Isran Noor memimpin langsung pembangunan rumah sakit tersebut, Senin (27/9/2021).
Usai acara ground breaking di Jalan HM Wahid Hasyim Samarinda tanda dimulainya pembangunan itu, Kepala Dinas PUPR Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda menjelaskan beberapa hal berkaitan dengan adanya penolakan dari sejumlah pihak.
Katanya, bahwa pembangunan rumah sakit tersebut sudah diantisipasi dari segi desain dan menggunakan konsep ramah lingkungan.
“Air limbah medis dan nonmedis diolah masuk ke pengolahan, setelahnya sudah menjadi air yang tidak tercemar,” jelas Nanda, panggilan akrab pria tersebut.
Tidak sampai di sana, hasil olahan itupun tidak langsung dibuang, namun masuk ke dalam tampungan serta meresap ke tanah di bawah kolong bangunan. Bahkan, di sekeliling bangunan juga terdapat sumur resapan sebanyak 20 unit.
“Lumayan besar. Sumur resapan itu tembus sampai ke muka air tanah,” terang Nanda.
Ia menegaskan, bahwa banjir akan tereduksi dengan tampungan air sebanyak 1.700 kubik di bawah kolong bangunan. Sehingga semua air yang masuk ke dalam lingkungan rumah sakit, tidak ada yang keluar, tetapi masuk ke dalam tampungan dan ke dalam tanah.
Menurutnya, sejumlah pihak yang menentang pembangunan rumah sakit tersebut, dimungkinkan hanya karena belum mengetahui persis design bangunannya.
“Kalau mereka tau persis designnya, saya pikir bisa sependapat,” yakinnya.
Ia menambahkan, dewan pun juga tidak memiliki masalah dan sudah menyetujui pembangunan tersebut.
“Ada di DIPA kok, DPA kita ada. Apanya yang masalah,” paparnya.

