SAMARINDA: Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud, merotasi dan melantik 91 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kaltim, sebagai langkah strategis memperkuat struktur birokrasi dan meningkatkan kinerja pelayanan publik.
Rudy Mas’ud menegaskan rotasi dan pelantikan ini bukan sekadar pergantian posisi, melainkan bagian dari penataan organisasi pemerintahan dan penerapan prinsip tour of duty untuk memperkaya pengalaman, meningkatkan kompetensi, serta mempercepat pengembangan karier ASN.
“Setiap jabatan adalah amanah. Itu harus dijalankan dengan integritas, tanggung jawab, dan orientasi pelayanan kepada masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi,” tegas Rudy kepada awak media usai melaksanakan pelantikan di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Senin, 22 Desember 2025.
Berdasarkan Keputusan Gubernur Kalimantan Timur Nomor 800.1.3.3/29066/BKD/III tertanggal 11 Desember 2025, tujuh pejabat dilantik dalam jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon II), sementara 84 ASN lainnya menempati jabatan administrator dan pengawas.
Seluruh proses dilakukan melalui evaluasi kinerja dan uji kompetensi sebagai bagian dari sistem merit.
Beberapa jabatan strategis yang dilantik antara lain:
1. Siti Farisyah Yana sebagai Staf Ahli Bidang II Pemerintah Provinsi Kaltim.
2. Muhaimin sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.
3. Lisa Hasliana sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
4. Fahmi Himawan sebagai Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura.
5. Buyung Dodi Gunawan sebagai Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah.a
6. Joko Istanto sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup.
7. Yusliando, sebagai Kepala Dinas Perhubungan.
Selain itu, puluhan pejabat administrator dan pengawas dilantik untuk memperkuat struktur di berbagai organisasi perangkat daerah, mulai dari sekretariat daerah, dinas teknis, badan, UPTD, hingga rumah sakit daerah.
Gubernur menilai tantangan birokrasi ke depan semakin kompleks, seiring tuntutan percepatan pembangunan, keterbatasan fiskal, serta ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel.
Ia meminta para pejabat yang baru dilantik untuk meninggalkan pola kerja birokrasi yang lamban dan tidak responsif.
“Birokrasi harus lincah, adaptif, dan solutif. Tidak boleh ada ego sektoral. Semua perangkat daerah harus bekerja sebagai satu tim,” ujarnya.
Rudy Mas’ud menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Kaltim hanya dapat dicapai melalui sinergi kuat antarlini birokrasi, mulai dari pimpinan strategis hingga pelaksana teknis di lapangan.
Menutup sambutannya, Gubernur menyatakan optimisme bahwa para pejabat yang dilantik mampu menjalankan amanah secara profesional dan berintegritas, serta menjadikan jabatan sebagai sarana pengabdian bagi daerah.
“Ini adalah bagian dari ikhtiar kita membangun birokrasi yang kuat untuk mewujudkan Kalimantan Timur yang maju menuju Kaltim Emas dan Indonesia Emas,” pungkasnya.

