SAMARINDA: Kecamatan Samarinda Ilir menetapkan 20 usulan prioritas hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.
Usulan tersebut disusun berdasarkan kebutuhan paling mendesak di masing-masing kelurahan, dengan fokus pada sektor infrastruktur, sosial budaya, dan ekonomi.
Camat Samarinda Ilir La Uje menjelaskan, komposisi usulan disepakati dengan skema 10–5–5, yakni 10 usulan bidang infrastruktur, lima usulan bidang sosial budaya, dan lima usulan bidang ekonomi.
“Rumus yang kita gunakan memang 10,5,5. Dari sektor infrastruktur ada 10 usulan prioritas, sosial budaya lima usulan, dan ekonomi lima usulan. Semuanya berasal dari prioritas yang diajukan masing-masing kelurahan,” ujar La Uje usai Musrenbang di Aula Kecamatan Samarinda Ilir, Kamis, 5 Februari 2026.
Di Kelurahan Sungai Dama, usulan meliputi pembangunan gorong-gorong jembatan di Jalan Pesut RT 09 serta pembangunan jaringan pipa distribusi air minum di Jalan Otto Iskandardinata Gang Sterling.
Kelurahan Sidodamai mengusulkan pembangunan dan peningkatan drainase di sejumlah titik permukiman padat, antara lain di Jalan Damai RT 31 dan kawasan yang kerap tergenang saat hujan.
Sementara di Kelurahan Sidomulyo, usulan difokuskan pada perbaikan jalan lingkungan serta pemeliharaan fasilitas pendidikan, seperti pembangunan turap beton di sekitar SDN 008 dan peningkatan drainase di kawasan padat penduduk.
Kelurahan Selili mengajukan perbaikan drainase dan revitalisasi jembatan lingkungan, khususnya di Jalan S. Amudun RT 21 dan Jalan Lumba-Lumba RT 18 yang sering terdampak genangan air.
Adapun Kelurahan Pelita mengusulkan pengerukan dan perbaikan drainase di sejumlah ruas jalan permukiman untuk mengurangi risiko banjir lokal.
Pada sektor sosial budaya, usulan diarahkan pada penanganan stunting dan penguatan layanan kesehatan dasar. Kelurahan Sidomulyo mengusulkan pembangunan Posyandu di Jalan Damai Gang Wira Pratama guna memperluas akses layanan kesehatan ibu dan anak.
Kelurahan Pelita mengusulkan peningkatan kapasitas orang tua dan kader Posyandu melalui bimbingan teknis serta edukasi gizi sebagai langkah pencegahan stunting.
Sementara itu, Kelurahan Sungai Dama mengusulkan pemberian makanan bergizi bagi balita dan ibu hamil, menyusul masih ditemukannya kasus gizi kurang di wilayah tersebut.
Di bidang ekonomi, usulan antara lain berupa pelatihan UMKM di Kelurahan Pelita, serta pengadaan tanaman hias dan pot di Kelurahan Sidomulyo yang diarahkan untuk mendukung ekonomi berbasis lingkungan dan pemberdayaan warga.
La Uje menegaskan bahwa adanya lebih dari satu titik kegiatan di satu kelurahan bukan berarti pembagian dilakukan secara merata.
“Saya ingin meluruskan, kalau di satu kelurahan ada dua titik infrastruktur, itu bukan karena dibagi rata. Itu murni karena skala prioritas dan dampaknya besar jika tidak segera ditangani,” tegasnya.
Ia menambahkan, seluruh usulan prioritas tersebut akan dibawa ke tahapan selanjutnya dalam proses perencanaan pembangunan di tingkat kota.
“Semua usulan ini berdasarkan kebutuhan riil di lapangan. Harapannya bisa terakomodasi dan memberi dampak nyata bagi masyarakat Samarinda Ilir,” pungkasnya.

