Samarinda – Masyarakat Kota Samarinda kini semakin mudah dalam memperoleh layanan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dengan Samarinda Santer.
Samarinda Santer merupakan layanan publik berbasis teknologi, dan untuk memperolehnya masyarakat hanya tinggal menginstal aplikasinya di Google Play Store dan untuk IOS dapat melalui Safari dengan pwa.santer.app.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan aplikasi Samarinda Santer adalah singkatan dari Satuan Informasi Samarinda Terintegrasi.
“Hampir semua layanan ada di dalam sini, hampir semua informasi ada di sini dan beberapa informasi terintegrasi satu,” tutur Andi saat melaunching aplikasi tersebut dalam upacara HUT ke-62 Pemkot Samarinda di Balai Kota Samarinda.
Kepala Bidang Aplikasi dan Layanan E-government Pemkot Samarinda, Suparmin menerangkan, pemilihan nama santer karena santer merupakan kalimat yang berarti terdengar dimana-mana dan juga merupakan akronim dari satu aplikasi terintegrasi.
Kemudian merujuk pada nama yang satu aplikasi terintegrasi sehingga layanan publik di Kota Samarinda akan terintegrasi semua, bahkan Samarinda Santer dapat juga dikatakan bahwa super adalah integrasi dari seluruh layanan publik di Kota Samarinda sehingga dapat dikatakan bahwa Samarinda Santer adalah super Appnya Kota Samarinda.
“Sekarang kan masyarakat biasa menggunakan super App seperti gojek dan lainnya yang hanya cukup dengan satu aplikasi tetapi bisa mengakses semua kebutuhan layanan masyarakat Kota Samarinda,” jelasnya saat dihubungi Narasi.co, Sabtu (22/1/2022).
Suparmin juga mengemukakan bahwa Samarinda Santer salah satu program unggulan Wali Kota Samarinda Andi Harun yakni ‘Smart City’ yang memiliki enam pendekatan dimensi seperti smart ekonomi, leaving, sociality, goverment, branding, dan environment.
“Sebenarnya ini hanya mengintegrasikan saja, layanan ini kan sudah mulai berjalan, sebelumnya ada reaksi cepat Call Center 112. Masyarakat Samarinda kan sudah merasakan itu. Hanya selama ini layanan 112 aksesnya melalui telepon secara bebas pulsa tetapi untuk folow up kita tidak tahu, nah dengan aplikasi santer kita bisa melihat tracknya sampai mana,” jelasnya.
Dalam Samarinda Santer ini terbagi menjadi dua track, emergency dan nonemergency. Emergency maksudnya ketika masyarakat membutuhkan layanan cepat dalam hal ini seperti terjadinya kecelakaan, dan ingin memperoleh respon cepat, masyarakat dapat menghubungi 112.
Sedangkan untuk nonemergency ini berkaitan dengan layanan masyarakat yang ingin memperoleh fasilitas umum layak seperti akses jalan mulus.
“Ini tetap berjalan tetapi ada juga yang dibutuhkan seperti nonemergency. Untuk nonemergency seperti laporan adanya jalan berlubang. Nah selama ini masyarakat ketika memiliki laporan kepada pihak berwajib itu tidak tahu laporannya diproses atau tidak, nah dengan aplikasi santer masyarakat dapat dengan mudah melaporkan hanya dengan foto dan bikin laporan, nantinya akan langsung dimonitor oleh Wali Kota Samarinda,” jelasnya.
“Jadi kalau tidak jalan, Pak Wali Kota akan menegur perangkat daerahnya. Nanti setiap OPD juga akan memiliki unit reaksi cepat. Seperti nanti di PUPR, entah namanya UPT atau apa pastinya mereka juga turut memantau dan memberikan respon,” lanjutnya.
Lebih jauh, aplikasi yang merogoh kocek senilai Rp 80 juta tersebut juga dilengkapi dengan akses memantau CCTV yang ada di Kota Samarinda.
“Di Santer juga dapat memantau 54 CCTV live 24 jam di seluruh Kota Samarinda,” terangnya.
Disinggung keamanan data diri pribadi saat menggunakan aplikasi Samarinda Santer, Suparmin menegaskan jika masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan hal itu dan dirinya menjamin semua data akan aman.
“Tidak pake data diri, cuma pake nomor smartphone whatsapp untuk follow up. Kalau data diri saya jamin aman karena standarnya ISO 27001 tentang Standar Menajemen Keamanan Informasi,” pungkasnya.

