
Samarinda – Presiden Joko Widodo menetapkan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) Indonesia yang baru nantinya berada di Kalimantan Timur (Kaltim).
Dalam mewujudkan IKN yang merupakan identitas nasional bangsa Indonesia, tentu persiapan-persiapan terus diupayakan sejumlah pihak termasuk kota-kota penyangga dari aspek ekonomi yang dimulai dari sumber daya manusia (SDM) mumpuni.
Namun dalam melahirkan SDM mumpuni dari segi keterampilan dan skill bekerja, Balai Latihan Kerja (BLK) adalah salah satu media yang dapat membantu mengasah kemampuan untuk bisa dikatakan berkompetensi.
Tetapi, BLK yang berada di wilayah Kaltim sampai saat masih bisa dihitung jari saja.
Anggota Komisi II DPRD Kaltim Ely Hartati Rasyid mengaku memang atas kurangnya fasilitas dalam melahirkan SDM yang memiliki ketrampilan bekerja.
Menurutnya BLK juga adalah salah satu kebutuhan yang harus diperjuangkan kemajuan dan kuantitasnya.
“BLK tentu sangat kita butuhkan untuk melahirkan SDM mumpuni menyongsong perpindahan IKN,” terangnya.
Senada dengan Ely, Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji. Ia mengatakan sebagai kota penyangga, Kaltim sangat menginginkan BLK lebih banyak lagi.
“Saat ini sangat tidak mencukupi. kita menginginkan lebih banyak BLK di Balikpapan, Samarinda dan Kutai Kartanegara sebagai daerah penyangga IKN,” terangnya.
Namun ditegaskan Seno, hal ini telah pihaknya coba diskusikan dengan Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan untuk memungkinkan menambah BLK sebanyak 20 lagi.
“Saya sudah berdiskusi dengan Komisi X DPR RI, kemungkinan akan bertambah sekitar kurang lebih 20 BLK lagi. Mudah-mudahan segera direalisasikan, kita berharap para lulusan SMA kita bisa tersertifikasi supaya bisa bekerja ke IKN,” pungkasnya.

