SAMARINDA: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda mengingatkan pentingnya pengawasan ketat dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mengingat satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mampu melayani hingga 3.000 porsi makanan per hari.
Kepala Disdikbud Kota Samarinda, Asli Nuryadin, mengatakan kapasitas produksi dalam jumlah besar tersebut bukan perkara mudah dan membutuhkan koordinasi serta evaluasi berkelanjutan.
“Satu SPPG ini bisa sampai tiga ribu porsi per hari. Itu bukan pekerjaan ringan. Pasti ada kekurangan, tapi itu menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” ujarnya saat diwawancarai usai menghadiri launching SPPG Muhammadiyah, Rabu, 25 Februari 2026.
Menurut Asli, secara administratif Disdik berperan sebagai penerima manfaat program.
Namun secara moral, pihaknya tetap merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut memastikan distribusi ke sekolah berjalan lancar serta sesuai standar.
“Secara administrasi kita penerima manfaat, tetapi ini juga menjadi tanggung jawab moral kita. Kita tetap koordinasi, terutama dalam sinkronisasi distribusi dan pengawasan,” jelasnya.
Ia menambahkan, dapur MBG yang dikelola Muhammadiyah di Samarinda diharapkan dapat menjadi model pelaksanaan bagi titik layanan lainnya.
Dengan pengalaman panjang Muhammadiyah dalam pengelolaan lembaga pendidikan dan sosial, ia optimistis pelaksanaan dapat berjalan baik.
“Kita optimis ini bisa menjadi model. Pengalaman mereka sudah teruji,” katanya.
Terkait kualitas makanan, Asli menyebut tim pelaksana telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) tersendiri, mulai dari pengelolaan dapur kering dan dapur basah hingga sistem pengawasan mutu.
“Standar gizi dan tim pengawasan sudah punya SOP. Kita sifatnya koordinasi dan memberi masukan bila diperlukan,” ujarnya.
Meski demikian, ia menyadari bahwa program berskala besar yang menyasar ribuan siswa tidak akan lepas dari kritik.
Karena itu, evaluasi dan pengawasan menjadi kunci agar pelaksanaan tetap terjaga.
“Kita tidak mungkin memuaskan semua pihak. Tapi selama mengikuti SOP dan terus dievaluasi, kita optimis program ini berjalan baik,” tegasnya.
Ia pun berharap pelaksanaan MBG di Samarinda dapat terus memberikan manfaat nyata bagi para siswa.
“Yang jelas kita bersyukur, anak-anak bisa mendapatkan makan bergizi gratis,” pungkasnya.

