BONTANG: Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memperkuat infrastruktur untuk mengatasi banjir sekaligus menjamin ketersediaan air baku bagi masyarakat.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pembangunan Bendungan Sungai Bontang yang akan dimanfaatkan sebagai sumber air baku kota.
“Pada 2025 kami telah menyelesaikan bendungan Sungai Bontang yang menjadi sumber air baku. Air tersebut nantinya akan disalurkan melalui Water Treatment Plant unit di Kanaan,” ujar Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di Masjid Agung Al Hijrah Bontang, Jumat, 13 Maret 2026.
Selain bendungan, Pemkot Bontang juga menyiapkan polder di kawasan Tanjung Laut untuk mengurangi potensi banjir.
“Polder di Tanjung Laut ini kami siapkan untuk membantu mengurai banjir sekaligus menjadi sumber air baku,” jelas Neni.
Pemerintah kota juga terus memperkuat sistem drainase di sejumlah kawasan permukiman yang rawan genangan, antara lain di Kelurahan Guntung dan Api-Api.
Neni menjelaskan banjir di Bontang tidak hanya disebabkan oleh hujan lokal, tetapi juga aliran air dari wilayah hulu.
“Banjir di Kota Bontang merupakan banjir kiriman dari hulu. Secara geografis struktur kota ini memang cekung seperti cawan,” ujarnya.
Selain upaya pengendalian banjir, Pemkot Bontang juga tengah mengembangkan kawasan pesisir Tanjung Limau sebagai destinasi wisata baru.
“Insyaallah kawasan Tanjung Limau dengan keindahan jembatan ulin akan segera kita resmikan bersama-sama,” tambahnya.
Di tengah tekanan fiskal daerah, Neni menegaskan komitmen pemerintah kota terhadap sektor pendidikan tetap menjadi prioritas.
Sekitar 20 persen anggaran daerah dialokasikan untuk pendidikan, termasuk penyediaan perlengkapan sekolah gratis bagi siswa.
“Untuk anak-anak TK sampai SMP kami berikan baju, tas, dan buku secara gratis,” pungkasnya.

