SAMARINDA: Sembilan atlet SMAN 16 Samarinda berhasil menyabet medali pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kalimantan Timur (Kaltim) ke-17 Tahun 2025, dengan raihan medali emas, perak, dan perunggu dari berbagai cabang olahraga.
Prestasi ini menegaskan peran SMAN 16 Samarinda sebagai salah satu sekolah yang konsisten melahirkan atlet pelajar berprestasi di tingkat provinsi.
Kepala Sekolah SMAN 16 Samarinda, Abdul Rozak Fahrudin menyebut capaian tersebut sebagai hasil kerja keras siswa, pelatih, serta dukungan penuh dari sekolah dalam pembinaan olahraga.
“Alhamdulillah, capaian SMAN 16 Samarinda di ajang Popda ini luar biasa. Ada yang meraih medali emas, perak, hingga perunggu. Total ada sembilan atlet kami yang secara perorangan berhasil meraih prestasi,” ujar Abdul Rozak, Kamis, 18 Desember 2025.
Ia menegaskan, sekolah terus memberikan dukungan optimal bagi siswa yang memiliki bakat di bidang olahraga, baik dari sisi pembinaan, fasilitas, hingga manajemen waktu antara akademik dan latihan.
“Leading sector pembinaan olahraga ada pada guru olahraga kami yang memang kompeten. Selain itu, SMAN 16 juga memiliki pelatih-pelatih ekstrakurikuler yang profesional dan bekerja sesuai bidangnya. Kami juga menjalin kerja sama dengan Dispora Kaltim sehingga sebagian atlet merupakan binaan Dispora,” jelasnya.
Rozak menambahkan, pembinaan dilakukan secara berjenjang tanpa mengesampingkan kewajiban akademik siswa.
Atlet tetap mengikuti proses belajar mengajar di pagi hari, sementara latihan dilakukan di luar jam sekolah.
Terkait peluang ke depan, Rozak menyebut atlet SMAN 16 Samarinda berpeluang melanjutkan kiprah ke ajang yang lebih tinggi, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026 di Kabupaten Paser.
“Olahraga itu berjenjang. Dari seleksi kota, Popda, lalu Porprov. Bahkan beberapa atlet kami sebelumnya sudah tampil di Popnas dan meraih medali. Artinya, peluang ke level lebih tinggi sangat terbuka,” katanya.
Ia juga mengingatkan para atlet agar tidak cepat berpuas diri dan tetap menjaga kedisiplinan, baik dalam latihan maupun akademik.
“Prestasi jangan membuat anak-anak lengah. Akademik tetap harus dijaga, latihan harus konsisten. Targetnya bukan hanya provinsi, tapi bisa sampai nasional,” tegas Abdul Rozak.
Prestasi SMAN 16 Samarinda di Popda Kaltim 2025 diraih dari berbagai cabang olahraga.
Faith sukses meraih medali emas di cabang Pencak Silat, sementara Aisyah dan Desak menyumbangkan medali emas dari cabang Taekwondo.
Medali perak diraih oleh Merchavino di cabang Panahan, Thirza di cabang Karate, serta Umi di cabang Taekwondo.
Adapun medali perunggu berhasil dibawa pulang oleh Khalid dan Annisa dari cabang Taekwondo, serta Claudio dari cabang Sepak Bola.
Abdul Rozak menekankan bahwa prestasi olahraga menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter siswa.
Melalui latihan dan kompetisi, siswa dibentuk menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, dan bertanggung jawab.
“Olahraga itu sarat pembinaan karakter. Disiplin waktu, mental bertanding, sportivitas, semua terbentuk di lapangan. Ditambah dengan pembinaan karakter melalui pembelajaran dan hidden curriculum di sekolah, kami ingin siswa SMAN 16 tumbuh utuh,” ungkapnya.
Ia berharap capaian ini dapat memotivasi seluruh siswa SMAN 16 Samarinda untuk terus berprestasi, baik di bidang olahraga maupun akademik.
Terbaru, siswa SMAN 16 juga berhasil meraih juara dua Olimpiade Kimia dalam ajang yang digelar SMA Negeri 1 Samarinda.
“Kami ingin SMAN 16 benar-benar menjadi sekolah bertabur prestasi. Bukan hanya olahraga, akademik juga terus kami dorong. Semua lini kami gerakkan untuk menyongsong generasi emas 2045,” pungkas Abdul Rozak.

