Samarinda- Adanya 32 hak anak sebagai wujud nyata perlindungan anak rupanya menjadi perhatian dalam seminar Pendidikan Politik Perempuan dan Perlindungan Anak yang digelar oleh Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Kalimantan Timur di Gedung Utama Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Sabtu (3/9/2022).

Salah satunya ialah tentang identitas, perlunya penguatan identitas gender, berkaitan dengan kampanye komunitas Lesbi, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang marak terselubung.
“Anak-anak perlu mendapat perhatian berkenaan Undang-Undang Perlindungan, Anak sangat berhak mendapat informasi tentang gender yang benar dan orang dewasa juga berkewajiban memberikan informasi yang benar,”ucap Neni Moerniaeni, mantan wali kota Bontang saat sesi tanya jawab di akhir acara webinar.
Lebih lanjut, hal ini menjadi fenomena yang terjadi di kota-kota besar, ada kampanye terselubung yang menghilangkan kesadaran kita terhadap bahaya yang bisa menghilangkan generasi ini.
Walupun LGBT bukan lagi masuk dalam list gangguan jiwa, entah bagaimana itu terjadi, kini pun LGBT menjadi isu HAM.
“Samarinda ini kota ramah anak, LGBT ini adalah ancaman anak, saya berharap wali kota dan siapapun pemangku kebijakan bisa menjaga anak-anak dari hal seperti ini. kuncinya adalah penguatan identitas gender,” kata Triyana, salah satu peserta webinar.
Selain isu LGBT terungkap pula langkah konkret yang dilakukan Pemkot Samarinda dalam perlindungan anak, yakni penyediaan rumah aman bagi korban kekerasan pada anak.
“Pemkot Samarinda langsung bergerak, kita adakan rumah aman, selain keamanan yang terjaga, bersih, lingkungannya juga dijaga privasinya, aksesnya harus memiliki izin khusus dari pemerintah, gak sembarangan,”ucap Andi Harun, Wali Kota Samarinda.
Selain itu, Andi Harun menjelaskan rumah aman yang disediakan harus memiliki standar dari semua aspek, salah satunya memungkinkan penghuninya (anak-anak korban kekerasan) bisa bermain dengan aman, mengembangkan diri dan bersekolah.
Jikapun membutuhkan studi keluar, Pemkot Samarinda akan mengeluarkan surat rekomendasinya, semua tentang keamanan dan kenyamanan anak, langkah konkret yang dilakukan Pemkot Samarinda.
Seminar dihadiri pula oleh Hetifah Sjaifudian, Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Suyatman, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kaltim dan Noor Hurriyati, Ketua PW Aisyiyah Kalimantan Timur.

