SAMARINDA: Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyoroti dampak media sosial yang sering kali hanya membesarkan titik kekurangan kecil di tengah upaya pembangunan kota.
Fenomena ini dinilai dapat mengaburkan capaian positif yang telah dilakukan pemerintah jika tidak disikapi dengan bijak oleh masyarakat.
Dalam Safari Ramadan bersama tokoh masyarakat dan ulama, Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri mengingatkan bahwa narasi negatif di dunia maya sering kali tidak sebanding dengan realita di lapangan.
Ia bahkan mengibaratkan kritik di media sosial seperti noda hitam di atas kertas putih yang menarik perhatian lebih besar daripada lembarannya yang bersih.
“Kalau kertas itu putih semua, begitu ada setitik yang hitam, itu yang kelihatan hitamnya saja. Makanya, tentunya atas nama pemerintah Kota Samarinda, banyak kekurangan-kekurangan yang ada,” ujarnya dalam sambutan di Masjid Nurul Jannah, Sungai Kunjang Kota Samarinda, Jumat, 6 Maret 2026.
Menanggapi keluhan warga terkait infrastruktur dan banjir yang masih menghiasi lini masa, ia meminta masyarakat untuk lebih bersabar dan objektif melihat perubahan yang ada.
Menurutnya, durasi banjir yang kini lebih singkat merupakan bukti kerja keras pemerintah meski belum sepenuhnya tuntas.
“Masyarakat berusaha dengan pemerintah Kota Samarinda itu berusaha gimana caranya agar nggak ada banjir. Dulu banjir lawas, sekarang banjir setumat, dikomentari juga, ya sabar, memang kayak itu juga, ya sabar Pak ya,” tuturnya.
Selain persoalan teknis, ia juga menekankan bahwa kemajuan kota sangat bergantung pada harmonisasi antara pemimpin dan para tokoh agama.
Sinergi ini dianggap krusial agar pembangunan tidak hanya mengejar aspek fisik, tetapi juga menjaga ketertiban dan keamanan sosial di tengah gempuran informasi digital.
“Makanya itu Bapak Ibu semua, mulai dari Umarahnya, mulai dari para kiainya semua, kalau kita bisa bersama-sama insya Allah kita mohon kepada Allah agar kita bisa bersama-sama untuk memajukan,” tegasnya.
Pemkot turut mengakui adanya kendala anggaran dalam merealisasikan seluruh proposal pembangunan yang masuk.
Namun, ia memastikan komitmen pemerintah tetap fokus pada perbaikan fasilitas publik seperti jalan dan penerangan demi kenyamanan warga dalam beribadah dan beraktivitas.
“Kalau lancar perjalanannya, terus kita-kita dikasih kesehatan terus, insya Allah kota kita menjadi kota aman,” pungkasnya.

