SAMARINDA: Jabatan Kepala Sekolah menengah Atas Negeri (SMAN) 16 Samarinda resmi diserahterimakan dari Abdul Rozak Fahrudin kepada Sutrisno dalam agenda serah terima jabatan yang digelar di lingkungan sekolah, Senin, 26 Januari 2026.
Abdul Rozak menyatakan mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika aparatur sipil negara (ASN) yang harus disikapi dengan kesiapan, profesionalisme, dan keikhlasan dalam menjalankan tugas.

“Mutasi dan rotasi itu hal biasa. Kita sebagai ASN harus siap ditempatkan di mana saja. Yang terpenting adalah kesiapan untuk bekerja dan melanjutkan tanggung jawab,” ujarnya.
Abdul Rozak menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membersamainya selama memimpin SMAN 16 Samarinda, mulai dari jajaran Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Samarinda, pengawas sekolah, dewan pendidikan, guru, tenaga kependidikan, hingga seluruh civitas akademika sekolah.
Ia menyinggung perjalanan panjang pengembangan SMAN 16 Samarinda semenjak masuk pada 2023 hingga saat ini.
Menurutnya, sekolah tersebut dibangun melalui proses yang tidak mudah, terutama karena lokasinya yang berada di luar pusat kota.
“Tentu perjuangan awal yang telah dipupuk pimpinan sebelumnya itu berat. Kami tinggal melanjutkan dasar-dasar yang sudah diletakkan sebelumnya. Alhamdulillah, sekarang SMAN 16 terus berkembang,” katanya.
Abdul Rozak memaparkan jumlah siswa SMAN 16 Samarinda mengalami peningkatan signifikan.
Dari semula sekitar 450 siswa, kini hampir mencapai 900 siswa, seiring bertambahnya rombongan belajar dan tenaga pendidik.
“Pergerakan ini hampir 100 persen. Termasuk guru dan rombongan belajar yang terus bertambah,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Abdul Rozak secara khusus menitipkan pesan kepada kepala sekolah yang baru, Sutrisno, agar memberikan perhatian serius terhadap keberlangsungan guru honorer dan tenaga tata usaha (TU) yang selama ini berperan penting dalam operasional sekolah.
“Saya titip betul guru-guru honorer dan TU. Jangan sampai mereka menjadi korban kebijakan. Kalau suatu saat mereka meninggalkan SMAN 16, saya ingin itu karena sudah menjadi PNS, bukan karena diberhentikan,” tegasnya.
Selain sumber daya manusia, Abdul Rozak juga menitipkan keberlanjutan program pengembangan sekolah, khususnya kegiatan ekstrakurikuler.
SMAN 16 Samarinda saat ini memiliki sekitar 35 kegiatan ekstrakurikuler yang dikelola untuk mengakomodasi minat dan bakat siswa, termasuk jalur prestasi akademik dan non-akademik.
“Semua ekstrakurikuler ini dibiayai melalui bantuan operasional sekolah nasional (Bosnas). Pelatihnya kami bayar secara profesional, bukan sekadar uang transport,” jelasnya.
Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama di IKIP PGRI Kaltim itu juga, menuturkan agar memastikan akuntabilitas penggunaan dana, sekolah menjalin kerja sama dengan berbagai institusi, seperti Universitas Mulawarman untuk bidang olimpiade akademik, serta lembaga olahraga untuk pembinaan prestasi siswa seperti KONI.
Abdul Rozak juga menyinggung pengembangan fasilitas sekolah, termasuk pemanfaatan teknologi pembelajaran. Menurutnya, hampir 90 persen ruang kelas di SMAN 16 Samarinda telah dilengkapi AV hingga Smart TV sebagai bagian dari upaya modernisasi pembelajaran.
“Ini juga sudah kami masukkan dalam perencanaan anggaran ke depan. Mudah-mudahan bisa dilanjutkan dan disempurnakan,” ujarnya.
Di akhir sambutan, Abdul Rozak menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, dan siswa apabila selama masa kepemimpinannya terdapat kekhilafan, sekaligus mengajak seluruh pihak untuk mendukung kepemimpinan kepala sekolah yang baru.
Diakhir seremoni, momen haru tak mampu terbentung kala jajaran guru hingga tenaga tata usaha memberikan cendera mata kepada Abdul Rozak Fahrudin. Ucapan terimakasih mengalir satu persatu, hingga air mata tak mampu dibendung sebagai tanda ikatan emosional yang kuat.
“Siapapun yang datang dan pergi itu hal biasa. Yang paling penting, SMAN 16 Samarinda terus berkembang dan semakin baik dari tahun ke tahun,” tandas Abdul Rozak Fahrudin.
Selama berkiprah sebagai kepala sekolah, Abdul Rozak Fahrudin dikenal memiliki rekam jejak panjang di dunia pendidikan menengah. Ia pernah menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 15 Samarinda, SMA Negeri 3 Samarinda, SMA Negeri 17 Samarinda, hingga SMA Negeri 16 Samarinda. Tak sampai disitu, Abdul Rozak juga menjabat sebagai Ketua MKKS Kota Samarinda selama 15 tahun.
Dalam perjalanan tersebut, Abdul Rozak tercatat beberapa kali meraih predikat Kepala Sekolah Berprestasi tingkat Provinsi Kalimantan Timur, termasuk juara II tingkat provinsi, serta berperan aktif dalam pengembangan mutu sekolah berbasis manajemen dan tata kelola pendidikan.
Meski tidak lagi menjabat sebagai kepala sekolah dan kini kembali menjalani peran sebagai guru ekonomi, Abdul Rozak Fahrudin menegaskan komitmennya untuk tetap mengabdi di dunia pendidikan. Ia memandang mutasi dan rotasi sebagai bagian wajar dari dinamika aparatur sipil negara, tanpa mengurangi tanggung jawab moralnya sebagai pendidik.
Dengan latar belakang keilmuan yang linier pendidikan ekonomi pada jenjang sarjana dan magister, serta manajemen pendidikan pada jenjang doktoral, ia menyatakan siap terus berkontribusi, baik di ruang kelas, organisasi profesi, maupun melalui kerja-kerja advokasi pendidikan, seraya berharap pengalaman dan kompetensi pendidik berprestasi tetap menjadi pertimbangan dalam kebijakan penempatan dan mutasi di lingkungan Dinas Pendidikan.

