
BONTANG : Banjir rob menjadi permasalahan yang mengakar di Kota Bontang. Kelurahan Bontang Kuala (BK), Kecamatan Bontang Selatan merupakan salah satu daerah yang menjadi langganan banjir rob.
Anggota DPRD Kota Bontang, Faisal mengatakan banjir rob yang melanda masyarakat Bontang Kuala mulai terjadi sejak belasan tahun lalu.
Pemerintah Kota Bontang pun mengupayakan untuk menyelesaikan permasalahan banjir rob dengan menyusun detail engineering design (DED) atau perencanaan penanggulangan banjir rob.
Penyusunan DED ini pun telah rampung sejak 2021 lalu. Dimana berdasarkan perencanaan tersebut penanggulangan banjir rob Bontang Kuala tembus angka ratusan miliar.
Dengan nilai yang fantastis, tentu kekuatan fisikal APBD Kota Bontang tidak mampu menampung, belum lagi dibagi untuk keperluan pendidikan, kesehatan serta belanja modal lainnya.
“Tapi setelah ditelusuri, kawasan Bontang Kuala ini kewenangan pusat. Selama ini kita dan pemerintah daerah berharap anggaran pusat untuk penanganan banjir rob,” ujarnya kepada narasi.co, Selasa (31/1/2023).
Balai Besar Penanganan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim pun berkomitmen akan memperjuangkan penanganan banjir rob, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terlebih dahulu menyerahkan perencanaan penanggulangan banjir rob tersebut.
“Nah di sini ada miskomunikasi. Dinas PUPR menyatakan kalau mereka sudah serahkan DED itu. Sementara BBPJN belum menerima DED,” jelasnya.
Dalam kunjungan dirinya bersama Dinas PUPR ke BBPJN Kaltim di Balikpapan, Selasa (24/1/2023) lalu, kedua belah pihak pun tetap mempertahankan argumen masing-masing.
“Mereka sama-sama mempertahankan argumen masing-masing,” ungkap Faisal.
Akan hal tersebut, sebagai wakil rakyat Faisal memfasilitasi penyerahan secara resmi DED penanganan banjir rob Bontang Kuala dari Dinas PUPR Bontang ke BBPJN Kaltim.
“Saya memfasilitasi penyerahan secara resmi, karena sejak awal BBPJN Kaltim telah berkomitmen untuk memperjuangkan dan memprioritaskan penanganan banjir rob,” tuturnya.
Ia mengatakan, dengan diserahkan DED itu dirinya akan berkoordinasi dengan BBPJN Kaltim terhadap penganggaran penanganan banjir rob Bontang.
“Saya akan mengawal terus hingga pusat agar anggaran ini bisa segera terealisasi,”terangnya.
Ia mengatakan akan terus memperjuangkan penanganan banjir rob untuk kelangsungan dan kesejahteraan masyarakat Bontang Kuala.
“Saya akan memperjuangkan penanganan banjir rob, sama seperti pembangunan di Kampus Selambai,” tandasnya.

