Kutai Timur – Memasuki bulan ketujuh tahun 2022 serapan APBD Kutai Timur baru 25%. Tak ayal kondisi ini membuat Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman harus memberikan perintah tegas.
Dia meminta agar seluruh dinas segera melakukan lelang kegiatan/proyek. Seperti diketahui, APBD Kutai Timur 2022 adalah sebesar Rp2,9 triliun.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman memerintahkan agar seluruh dinas atau organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Kutim segera lakukan pelelangan program kerja dengan disesuaikan dengan pedoman yang berlaku.
“Saya meminta seluruh dinas segera lakukan pelelangan, terutama program-program pembangunan fisik,” ujar Adriansyah
Ia pun mengimbau seluruh dinas untuk senantiasa serius memaksimalkan anggaran program kerja, sebab realisasi pembangunan menjadi tolak ukur sukses di masyarakat.
“Tapi saya ingatkan, jangan sampai ada kongkalikong,” tandasnya.
Lebih lanjut, melihat APBD Kabupaten Kutim tahun 2022 sebesar Rp2,9 triliun, dalam asumsi realisasi baru 25% maka anggaran terserap baru sekitar Rp725 miliar.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutim Rizali Hadi mengatakan rendahnya serapan APBD ini sesungguhnya bukan hanya terjadi di Kutim. Tapi juga terjadi di banyak daerah lain.
“Ada wilayah lain yang serapannya hanya 17 persen,” ucap Rizali dalam kegiatan Coffe Morning Pemkab Kutim, Senin (4/7/2022).
Namun hal tersebut bukan menjadi acuan bagi Pemkab Kutim untuk bersantai.
Rizali menjelaskan jika serapan anggaran rendah terus berangsur hingga akhir tahun, maka pemerintah pusat akan memberikan sanksi dengan memperlambat dana transfer pusat.
Hal tersebut tentu akan berdampak pada realisasi program kerja pemerintah di tahun 2022.

