JAKARTA: Tiga kunci utama dalam mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital Indonesia adalah sinergi, inovasi, dan akselerasi.
Hal itu disampaikan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, dalam sambutannya pada acara penutupan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2025 di Jakarta Convention Center (JCC), akhir pekan lalu.
“Tanpa sinergi, kita tidak akan bisa mencapai tujuan digitalisasi secara optimal. Tanpa inovasi, kita juga tidak akan mencapai sasaran digitalisasi secara tepat. Dan yang ketiga adalah akselerasi transformasi ekonomi,” jelas Destry.
Destry menekankan bahwa digitalisasi di sektor keuangan tidak bisa dilakukan secara terpisah.
Menurutnya, diperlukan semangat power of we sebagai filosofi kolaborasi lintas lembaga untuk memperkuat inovasi.
“Di pasar uang, meskipun mandatnya ada pada Bank Indonesia, kami tidak bisa berjalan sendiri. Bank Indonesia bersama OJK dan industri membangun infrastruktur bersama untuk memperkuat ekosistem keuangan digital,” tutur Destry.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital sangat bergantung pada koordinasi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan sistem keuangan yang inklusif dan berdaya saing global.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Dewan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kemenko Perekonomian, Rizal Edwin Manansang, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan FEKDI x IFSE 2025.
Ia menilai, forum ini menjadi simbol nyata sinergi nasional dalam mempercepat transformasi digital di Indonesia.
“FEKDI dan IFSE tahun ini bukan sekadar festival, tetapi cerminan semangat kolaborasi dan inovasi nasional untuk membangun transformasi ekonomi yang inklusif, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Edwin.
Lebih lanjut, Edwin menekankan pentingnya inovasi frugal atau inovasi hemat sumber daya sebagai pendekatan strategis dalam mendorong efisiensi dan keterjangkauan teknologi digital.
“Inovasi yang hemat sumber daya menekankan efisiensi, keterjangkauan, dan skalabilitas agar setiap terobosan teknologi dapat menjangkau seluruh masyarakat, termasuk mereka yang belum tersentuh layanan keuangan formal,” tambahnya.
Selama tiga hari penyelenggaraan, 30 Oktober hingga 1 November 2025, FEKDI x IFSE 2025 menjadi wadah kolaborasi strategis antara OJK, Bank Indonesia, dan Kemenko Perekonomian.
Forum ini juga melibatkan pelaku industri keuangan digital, startup, akademisi, dan masyarakat, serta menghadirkan beragam sesi diskusi, pameran teknologi, dan kompetisi inovasi seperti Hackathon BI-OJK 2025 dan QRIS Jelajah 2025.
Ajang ini menjadi ruang bagi generasi muda Indonesia untuk menghadirkan solusi nyata bagi pengembangan ekosistem keuangan digital nasional.

