Samarinda– Beredarnya pemberitaan tentang para elit politik Kalimantan Timur (Kaltim) yang telah menerima tahap tiga vaksinasi booster memunculkan tanda tanya besar.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Samarinda Andi Harun pun dengan tegas mengatakan hal tersebut tidak benar.
“Enggak betul, itu canda-candaan. Cuman mungkin karena samar-samar kedengarannya kan,” ungkap Andi usai mengikuti diskusi di Sekretariat DPRD Kota Samarinda, Kamis (26/8/2021).
Begini konteksnya, tutur Andi yang terlibat dalam diskusi bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Kaltim Isran Noor itu.
Jadi Presiden Jokowi itu bertanya, apakah sudah menerima tahap tiga vaksin booster, karena saat fisik Andi Harun saat itu terlihat sangat fit dan segar.
Namun diakuinya bukan hanya dirinya yang mendapat pertanyaan serupa, Gubernur Isran Noor juga sama.
“Jadi yang tertangkap seolah-olah kita sudah booster yang ketiga. Belum ada, itu hanya candaan saja,” beber Andi.
Sama halnya seperti, pertanyaan sudah makan atau belum, kok wajahnya seperti lesu, kata Andi tak ingin memperkeruh suasana.
“Ya gak ada cuma mencairkan suasana. Bapak Presiden itu baru landing dan baru melewati perjalanan jauh. Kemudian mengunjungi ada anak-anak SMP menjalani vaksin. Ya supaya yang dilihat oleh anak sekolah ini bahwa pemimpin itu bisa juga bercanda yah,” ucap politikus Gerindra itu sambil tersenyum.
Disinggung terkait pernyataan Gubernur Isran yang mengaku telah menerima vaksin booster. Sekali lagi AH sapaan akrabnya membantahnya. Belum tentu sudah disuntik. Karena pengaturannya mesti selaras.
“Kalau menerima itu kan belum tentu sudah disuntik, karena kalau pengaturannya kan harus selaras. Contoh kalau tahap pertama Sinovac ya selanjutnya mesti Sinovac,” jelasnya.
“Pun mau dibooster Moderna pasti saya tanya kiri kanan, ini boleh gak. Karena saya vaksin satu dan dua itu Sinovac. Tapi mau vaksin tiga pakai booster,” urainya lagi.
Saat ditanya soal menunggu Vaksin Nusantara, Andi katakan, bukan itu konteksnya.
“Gak begitu juga konteksnya. Konteksnya gini, kan beredar tuh Pak Moeldoko Vaksin Nusantara, ketika canda itu saya bilang, gak ah saya tunggu Vaksin Nusantara gitu aja. Itu hanya perbincangan mencairkan suasana. Kan wali kota gugup juga baru pertama ketemu presiden. Kalian aja ketemu wali kota gugup apalagi saya,” canda Andi lagi
“Cara saya untuk tidak gugup ya ikut dalam canda itu,” sambungnya lagi.

