anggota Jaringan Media Siber Indonesia
Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
Browsing: Andi Harun
SAMARINDA : Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalimantan Timur (Kaltim) resmi menetapkan dukungannya kepada Andi Harun sebagai Bakal Calon Wali Kota Samarinda dalam Pilwali 2024. Andi Harun,…
SAMARINDA : Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan Kampung Pecinan atau Chinatown yang direncanakan akan menjadi salah satu ikon budaya baru di…
SAMARINDA : Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan kota majemuk sehingga pengembangan kota berkelanjutan jadi fokus utama pemerintah. Dalam upaya pengembangan…
SAMARINDA : Di bawah kepemimpinan Wali Kota Andi Harun, Kota Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan sebagai Kota dan Komunitas Berkelanjutan…
“Insyaallah, saya akan mendaftar menggunakan jalur partai politik. Dukungan dari 23 kursi DPRD sudah ada, dan kemungkinan besar akan bertambah,” ungkap Andi Harun, yang akrab disapa AH, pada Selasa (20/8/2024).
“Pemisahan ini perlu dilakukan agar pemilihan presiden dan legislatif menjadi kewenangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), sedangkan pemilu lokal, baik legislatif maupun eksekutif di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, seharusnya menjadi kewenangan partai di daerah,” jelas Andi Harun.
“Kita punya banyak pekerjaan rumah ke depan dan itu membutuhkan kepemimpinan yang benar-benar kuat, komitmen kepada rakyat dan mampu mengelola semua potensi yang ada,” tambahnya.
“Alhamdulillah, hari ini dapat kami sampaikan sudah mendapat dukungan 23 kursi parpol DPRD Samarinda, dan insha Allah minggu ini akan bertambah lagi,” ujar Andi Harun saat diwawancarai, Senin (19/8/2024).
“Kita harus bersama-sama mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah. Hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) harus menjadi pilar kemajuan, tidak hanya untuk Kaltim tetapi untuk seluruh Indonesia,” ungkapnya.
“Metode pengambilan data dilakukan secara wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Setiap individu dalam populasi memiliki peluang yang sama untuk terpilih,” ujar Gery.
