SAMARINDA: Dinas Perdagangan Kota Samarinda tengah mempersiapkan data lengkap sebagai dasar pembahasan lanjutan dalam Rapat Hearing bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) perihal penataan Pasar Pagi, khususnya menjelang pelaksanaan tahap dua pemindahan pedagang ke Pasar Pagi baru.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani menyampaikan bahwa pimpinan DPRD Kota Samarinda meminta agar data disajikan secara rinci.
Oleh karena itu, pihaknya perlu berkoordinasi terlebih dahulu dengan pimpinan internal, dalam hal ini Wali Kota Samarinda sebelum membuka data secara detail.
“Beliau minta uraian data yang fix. Kami diminta by name by address dan data lengkap lainnya. Karena data ini harus dibuka dengan penuh tanggung jawab, kami perlu sepengetahuan pimpinan kami,” ujarnya, Selasa, 3 Februari 2026.
Ia menegaskan, data yang dimaksud bukan hanya terkait penyewa, melainkan seluruh data pedagang Pasar Pagi yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot).
Permintaan data tersebut akan disampaikan ke pimpinan agar proses penyajian data dapat dilakukan secara resmi.
Terkait dorongan pedagang penyewa di Pasar Segiri yang meminta dimasukkan ke tahap dua penataan, ia menyatakan belum dapat memberikan kepastian.
Menurutnya, pembahasan tersebut akan dilakukan setelah presentasi kepada Wali Kota Samarinda.
“Kami dalam minggu ini ingin presentasi dengan Pak Wali untuk orientasi tahap dua. Setelah itu baru bisa ditentukan arahnya seperti apa,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini tahap pertama penataan Pasar Pagi belum sepenuhnya rampung, meski sudah mendekati akhir.
Dari total 1.804 kios, sebanyak 1.764 telah berada pada posisi penempatan.
“Masih ada sedikit yang perlu dibenahi, seperti kesalahan lantai atau pedagang yang belum mengambil kunci. Itu kami bereskan sambil berjalan,” jelasnya.
Proses penyelesaian tahap pertama disebut akan berjalan beriringan dengan pelaporan dan presentasi kepada Wali Kota, sekaligus meminta arahan terkait pelaksanaan tahap kedua.
Sementara itu, terkait jumlah kios secara keseluruhan, ia menyebutkan total kios di seluruh pasar berada di atas angka 2.558 unit.
Namun demikian, kepastian teknis tahap dua masih menunggu keputusan Wali Kota Samarinda.

