SAMARINDA: Keberadaan taman di kawasan Samarinda Seberang, tepatnya di Jalan Bung Tomo, mulai menjadi pilihan alternatif bagi warga sekitar untuk bersantai.
Sebelumnya, sejumlah pengunjung sempat mengeluhkan aroma tidak sedap yang berasal dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah di sekitar lokasi.
Kini, persoalan kebersihan area taman turut menjadi sorotan.
Salah satu pengunjung, Syifa (20), menyebut faktor utama warga memilih taman tersebut adalah efisiensi jarak dibanding harus menuju taman lain di pusat kota seperti Teras Samarinda.
“Ke sini karena memang cuma mau duduk santai saja, karena taman lain lebih jauh apalagi ke seberang (Teras Samarinda) kan lumayan ya,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa, 17 Februari 2026.
Meski strategis dari sisi lokasi, Syifa menilai taman ini memiliki sejumlah kekurangan krusial yang perlu segera dibenahi.
Salah satu masalah utama adalah posisinya yang berdampingan langsung dengan TPS.
“Minusnya itu karena kenapa sih bangun di dekat TPS? Itu satu, padahal ada lokasi lain. Tapi Alhamdulillahnya dibangun tembok itu, jadi baunya enggak terlalu menyebar,” jelasnya.
Selain persoalan aroma, ketersediaan fasilitas penunjang seperti tong sampah dinilai sangat minim.
Kondisi tersebut menyebabkan sampah daun maupun plastik berserakan dan mengurangi estetika taman yang sebenarnya sudah dilengkapi bangku layaknya taman kota.
“Bahkan kenapa saya bilang enggak (bersih) sama sekali, karena ini enggak ada yang bersihin gitu. Terus tempat sampah terdekat bahkan enggak ada, langsung TPS. Gimana mau jaga kebersihan?” lanjutnya.
Dari sisi pemandangan, taman ini juga dianggap kurang menarik karena didominasi tembok pembatas dan lalu lalang kendaraan bermotor.
Pengunjung bahkan menyarankan alternatif lain seperti kafe di sekitar kawasan tersebut bagi yang ingin menikmati suasana lebih nyaman.
Syifa berharap pembangunan TPS segera dituntaskan serta pengelola menyediakan fasilitas tong sampah dan petugas kebersihan rutin, baik pagi maupun sore hari, agar kenyamanan pengunjung dapat terjaga.
Hingga kini, taman tersebut lebih banyak dimanfaatkan warga untuk sekadar duduk sejenak tanpa harus menempuh jarak jauh.

