BONTANG: Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris meminta masyarakat tetap tenang menyikapi isu keterbatasan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional yang disebut-sebut hanya cukup untuk sekitar 20 hingga 23 hari ke depan.
Menurutnya, kabar tersebut memang menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Namun ia mengingatkan agar warga tidak bereaksi berlebihan dengan membeli BBM dalam jumlah besar karena justru dapat menimbulkan kelangkaan di tingkat lokal.
“Jika konflik berlangsung lebih dari satu bulan tentu ada potensi dampak seperti kenaikan harga. Tetapi itu bukan berarti masyarakat harus panik,” ujarnya saat ditemui di Gedung Auditorium 3D, Minggu, 15 Maret 2026.
Agus menilai fenomena panic buying sering kali menjadi pemicu kelangkaan di lapangan, meskipun pasokan sebenarnya masih tersedia. Karena itu, ia mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap berjalan normal.
Ia juga menyinggung situasi geopolitik global yang belakangan memanas dan dinilai berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi dunia.
Meski demikian, Agus berharap kondisi tersebut dapat segera mereda sehingga tidak memberikan dampak besar terhadap ketersediaan energi di dalam negeri.
Menurutnya, pemerintah pusat saat ini terus mengupayakan berbagai langkah diplomasi untuk meredakan konflik internasional yang sedang berlangsung.
“Kita tentu berharap upaya diplomasi yang dilakukan pemerintah dapat mendorong terciptanya perdamaian,” katanya.
Di tingkat daerah, Agus memastikan ketersediaan BBM di Kota Bontang masih dalam kondisi aman. Ia juga menyebut aktivitas ekonomi masyarakat hingga saat ini tetap berjalan normal.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu yang beredar tanpa melihat kondisi nyata di lapangan.
“Kalau melihat kondisi di Bontang, stok BBM masih aman dan daya beli masyarakat juga relatif stabil. Jadi tidak perlu terlalu khawatir,” tutupnya.

