SAMARINDA: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Timur (Kaltim) diproyeksikan tidak hanya memperkuat pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang kerja dalam skala besar.
Dengan target pembangunan 372 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), potensi tenaga kerja yang dapat terserap diperkirakan mencapai 18.600 orang.
Staf Ahli Gubernur Kalimantan Timur Bidang Sumber Daya Alam (SDA), Perekonomian Daerah, dan Kesejahteraan Rakyat, Arief Murdiyatno, menyampaikan hingga kini 153 unit SPPG telah beroperasi di Kaltim, sementara 182 unit sudah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK).
“Target totalnya 372 unit. Artinya percepatan masih terus kita dorong agar cakupan layanan bisa maksimal di seluruh Kalimantan Timur,” ujarnya saat memberikan sambutan pada Lauching SPPG Muhammadiyah di Samarinda, Rabu, 25 Februari 2026.
Menurut Arief, program MBG merupakan bagian dari prioritas nasional yang harus didukung penuh oleh pemerintah daerah. Selain menyasar peningkatan gizi anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya, program ini juga menjadi investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
Secara keseluruhan, potensi penerima manfaat MBG di Kaltim mencapai 1.111.936 orang. Skala tersebut menunjukkan bahwa perluasan unit layanan menjadi kebutuhan mendesak agar distribusi makanan bergizi dapat menjangkau seluruh sasaran.
Sementara itu, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Samarinda, Hariyono, menjelaskan setiap unit SPPG dirancang mampu memproduksi maksimal 3.000 porsi makanan per hari. Distribusi pun dibatasi dalam radius enam kilometer untuk menjaga kualitas dan kesegaran makanan hingga sampai ke tangan penerima manfaat.
Ia menambahkan, selain berdampak pada kesehatan, keberadaan SPPG juga akan memberdayakan tenaga kerja lokal dalam jumlah signifikan.
“Setiap unit layanan akan memberdayakan sekitar 50 personel, baik staf ahli BGN maupun relawan dari masyarakat sekitar,” jelasnya.
Dengan perhitungan tersebut, apabila target 372 unit tercapai, maka potensi serapan tenaga kerja bisa mencapai sekitar 18.600 orang di seluruh Kaltim.
Hariyono menegaskan, percepatan pembentukan SPPG bukan hanya soal memenuhi target kuantitatif, tetapi juga memastikan kualitas pelaksanaan tetap terjaga.
“Ini bukan sekadar program makan bergizi, tetapi bagian dari upaya membangun generasi yang sehat dan produktif,” pungkasnya.

