SAMARINDA: Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menargetkan Kontingen Benua Etam meraih juara umum Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT)-Nusa Tenggara Barat (NTB).
Rudy menyebut dirinya belum puas dengan capaian peringkat delapan nasional di PON XXI Aceh-Sumut dan peringkat 13 di Pekan Paralimpyc Nasional (Peparnas) XVII Solo.
Ia ingin Kaltim naik kelas dan memimpin perolehan medali pada PON mendatang.
“Saya bangga sekali, tetapi akan jauh lebih bangga bila Kaltim menjadi juara umum pada PON 2028 nanti. Kita tunggu bagaimana atlet kita menyala di NTT–NTB,” tegasnya saat diwawancarai usai menyerahkan penghargaan olahragawan berprestasi Kaltim di Aula Kantor Dinas Pemudan dan Olahraga (Dispora Kaltim), Kamis, 27 November 2025.
Rudy membuka peluang kenaikan bonus prestasi pada PON berikutnya.
Ia memastikan besaran bonus akan ditinjau kembali sesuai kemampuan anggaran daerah.
“Ke depan, kalau anggaran mencukupi, bonus bisa minimum Rp500 juta untuk juara nasional. Bahkan bisa sampai Rp1 miliar per atlet peraih emas,” katanya mendapat tepuk tangan para atlet.
Ia memastikan bahwa urusan pendanaan tidak akan menjadi hambatan pembinaan prestasi.
Rudy bahkan menyebut pemerintah siap mendukung secara maksimal.
“Urusan duit, pemerintah sangat memberikan support. Support-nya itu bukan 100 persen, tapi 1000 persen. Bagaimana caranya atlet-atlet kita bisa menjadi juara nasional di PON 2028,” ujarnya.
Rudy menyebut Kaltim memiliki banyak cabang unggulan, seperti atletik, renang, dan panahan, yang menjadi lumbung medali.
Ia juga memberikan penekanan khusus pada cabang sepak bola yang menurutnya harus mampu meraih prestasi lebih tinggi.
“Sepak bola ini cabang paling bergengsi. Bagaimana caranya kita harus bisa juara,” katanya.
Meski mengakui adanya tantangan anggaran kedepannya berupa pemangkasan transfer ke daerah (TKD), Rudy menegaskan bahwa persoalan anggaran bukan halangan.
“Tenang saja, anggaran itu bisa. Itu cuma ilusi saja. Duit bukan masalah, yang masalah cuma jumlahnya saja. Kalau duit mah nggak ada masalah,” ucapnya.
Ia juga menekankan bahwa Kaltim kaya sumber daya alam dan talenta muda yang potensial.
Tantangannya adalah bagaimana membentuk karakter dan membina talenta tersebut agar mampu bersaing di level nasional.

