SAMARINDA: Komisi III DPRD Kota Samarinda menyoroti robohnya salah satu tiang penyangga jaring setinggi 40 meter di area Driving Range Golf Segiri yang terjadi pada Jumat, 27 Februari 2026.
Insiden tersebut menjadi perhatian serius karena fasilitas senilai Rp61,8 miliar itu baru saja rampung dan belum beroperasi.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mempertanyakan penyebab robohnya tiang penyangga tersebut, mengingat usia proyek yang belum genap setahun.
“Kami mempertanyakan kok bisa roboh, padahal umurnya belum setahun. Artinya ini baru saja dibangun,” ujarnya saat peninjauan di kawasan Taman Balai Kota yang berdekatan dengan lokasi driving range, Selasa, 3 Maret 2026.
Berdasarkan penjelasan teknis yang diterima, penyebab utama diduga karena kondisi tanah yang labil.
Area tersebut sebelumnya merupakan lahan rawa yang telah ditimbun, sehingga kekuatan pondasi di beberapa titik dinilai tidak merata.
“Permasalahannya di kekuatan pondasi. Dibangun di tanah yang labil. Mungkin di sisi pojok itu pondasinya tidak cukup kuat sehingga roboh. Bahkan tadi kita lihat ada sisi lain yang sudah mulai miring,” jelasnya.
Deni menegaskan aspek keselamatan harus menjadi prioritas sebelum fasilitas tersebut dibuka untuk umum.
“Kita ingin dipastikan betul-betul aman. Jangan sampai nanti sudah dibuka, tiba-tiba terjadi kejadian yang merugikan. Anggarannya besar,” tegasnya.
Driving Range Golf Segiri dirancang sebagai pusat latihan golf digital modern di Kalimantan Timur, dengan perangkat yang mengadopsi teknologi dari Korea Selatan.
Fasilitas ini memiliki 32 bay latihan yang tersebar di dua lantai, termasuk dua ruang VIP.
Setiap bay dilengkapi sistem digital yang menampilkan data pukulan secara real time, seperti kecepatan bola, sudut ayunan, akurasi, hingga rekaman video gerakan pemain.
Area pukulan memiliki panjang sekitar 194 meter dengan jaring pembatas setinggi 40 meter.
Saat ini, penataan rumput, interior gedung dua lantai, serta pemasangan jaring masih dalam tahap penyelesaian.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Driving Range Golf, Hendra Irawan, menjelaskan bahwa tiang yang roboh merupakan bagian dari pekerjaan tahun anggaran 2024.
Ia membenarkan dugaan bahwa kelabilan struktur tanah menjadi faktor utama.
“Secara umum kami menduga kelabilan struktur tanah. Waktu tiang mulai miring, sebenarnya sudah kami turunkan dulu sebelum benar-benar runtuh. Kami bongkar sampai ke lapisan fondasi bawah untuk dilakukan perbaikan ulang,” ujarnya.
Ia memastikan proses perbaikan tengah berjalan dan ditargetkan menunjukkan progres signifikan dalam beberapa pekan ke depan.
“Secepatnya akan kita perbaiki. Mudah-mudahan dalam minggu-minggu ini sudah ada progres yang signifikan,” katanya.
Komisi III DPRD Samarinda meminta evaluasi menyeluruh terhadap struktur dan pondasi dilakukan sebelum fasilitas resmi dioperasikan, guna memastikan keamanan serta menjamin investasi besar dari APBD benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

