SAMARINDA: Tim Samarinda 2 berhasil keluar sebagai juara pertama pada pertandingan persahabatan mini soccer BASO IGA Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Regional 3 Kalimantan yang melibatkan jurnalis dari Samarinda, Kutai Kartanegara (Kukar), dan Balikpapan, di Lapangan Aubry Juanda, Samarinda.
Turnamen yang berlangsung dalam suasana santai namun kompetitif ini diikuti enam tim, yakni Samarinda 1, Samarinda 2, Kukar 1, Kukar 2, Balikpapan dan PHSS di Lapangan Aubry Juanda Samarinda, Jumat 19 Desember 2025.
Pada Grup A, laga pembuka mempertemukan Samarinda 1 melawan Kutai Kartanegara 1.
Kukar 1 berhasil memenangkan pertandingan dengan skor tipis melalui skema tendangan pojok.
Sementara di Grup B, pertandingan awal mempertemukan Samarinda 2 melawan Kutai Kartanegara 2.
Laga berlangsung ketat dan harus ditentukan melalui adu penalti, yang dimenangkan oleh Samarinda 2.
Samarinda 2 kemudian memastikan langkah ke babak gugur setelah menang atas Kutai Kartanegara 2, meski sempat kalah melalui adu penalti saat berhadapan dengan PHSS.
Pada babak semifinal, Samarinda 2 berhadapan dengan Kutai Kartanegara 1.
Pertandingan berlangsung sengit hingga menit akhir sebelum Samarinda 2 mencetak gol penentu kemenangan 1–0 melalui tendangan bebas yang disambut pemain di depan gawang.
Semifinal lainnya mempertemukan Balikpapan dengan PHSS, yang dimenangkan oleh Balikpapan.
Di partai final, Samarinda 2 tampil solid dan berhasil mengalahkan Balikpapan dengan skor 2–0, sekaligus memastikan gelar juara turnamen.
Secara umum, pertandingan berlangsung dalam tensi fun namun tetap kompetitif, dengan sejumlah gol tercipta dari kerja sama tim.
Urutan akhir klasemen turnamen: Samarinda 2, Balikpapan, Kutai Kartanegara 1, Kutai Kartanegara 2, Samarinda 1 dan PHSS.
BASO IGA (Bincang Asik Soal Hulu Migas) merupakan program temu media yang diinisiasi Pertamina Hulu Indonesia (PHI) sejak 2021.
Ketua PWI Kalimantan Timur Abdurrahman Amin menilai kemenangan Samarinda 2 salah satunya ditentukan oleh rotasi pemain yang lebih baik sehingga kondisi fisik tim tetap terjaga hingga laga akhir.
“Tim Samarinda 2 menang karena jumlah pemainnya lebih banyak, jadi rotasinya jalan. Ada tiga sampai empat orang yang bisa bergantian main, sehingga secara fisik lebih siap,” ujar Abdurrahman yang pada kesempatan itu juga ikut menjadi bagian Tim Samarinda 2.
Menurutnya, dari sisi teknik, kemampuan antar tim relatif seimbang mengingat seluruh peserta berasal dari kalangan jurnalis.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan BASO IGA PHI Regional Kalimantan yang kembali mempertemukan wartawan dari tiga daerah dalam suasana kebersamaan.
“Kami dari wartawan Kaltim mengucapkan terima kasih karena kegiatan ini rutin digelar. Tujuannya jelas, untuk mempererat silaturahmi antar wartawan Samarinda, Kukar, dan Balikpapan,” kata Abdurrahman.
Abdurrahman juga menilai turnamen ini menjadi ajang silaturahmi yang positif bagi jurnalis lintas daerah.
Ia menyebut, pada pertemuan sebelumnya di Tenggarong, giliran tim Samarinda yang finis di posisi kedua.
“Sekarang gantian. Yang penting semua kompak,” ucapnya.
Kegiatan ini dinilai menjadi agenda rutin yang bermanfaat untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga kebugaran insan pers.
Abdurrahman berharap olahraga tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi bisa menjadi bagian dari gaya hidup jurnalis di tengah tingginya tekanan pekerjaan wartawan baik fisik maupun pikiran.
Ia menyebut PWI Kaltim juga secara rutin menggelar Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Powarda), yang direncanakan akan kembali digelar pada 2026 dengan Balikpapan sebagai tuan rumah.

