SAMARINDA: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda merelokasi tempat penampungan sementara (TPS) yang sebelumnya berada di samping Taman Edupark, Jalan S Parman, ke area belakang dari lokasi awal.
Langkah ini diambil untuk memperbaiki estetika kawasan serta meningkatkan kenyamanan pengunjung taman, khususnya anak-anak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Samarinda Suwarso, menuturkan Taman Edupark merupakan ruang publik yang masuk dalam penilaian tingkat nasional.
Karena itu, penataan lingkungan di sekitarnya harus memenuhi standar kebersihan, kerapian, dan fungsi kawasan sebagai taman ramah keluarga.
“Secara estetika TPS di lokasi lama itu mengganggu. Selain posisinya tidak tepat, juga sering terjadi sampah meluber. Karena itu sejak awal sudah kami rencanakan untuk dipindahkan ke bagian belakang,” ujar Suwarso.
TPS kini dipindahkan sekitar 30 meter kearah belakang dari titik semula kearah dan menggunakan kontainer tertutup.
DLH juga menetapkan jam pembuangan sampah bagi pedagang dan warga sekitar, yakni pukul 18.00 hingga 06.00 Wita, guna mencegah penumpukan sampah di luar jam operasional.
“Kami harapkan para pedagang di kawasan ini bisa menjadi agen perubahan, ikut menyampaikan informasi jam buang sampah kepada masyarakat,” tambahnya.
Ke depan, DLH berencana melengkapi TPS dengan fasilitas pemilahan sampah.
Upaya ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) Sambutan sekaligus memberi nilai tambah ekonomi dari sampah yang dapat didaur ulang.
Selain itu, DLH juga memasang dua titik lampu penerangan di lokasi baru TPS di jalan masuk dan sekitar area kontainer untuk menunjang operasional pada malam hari.
Akses menuju TPS telah dicor dan seluruh fasilitas penunjang dinyatakan siap digunakan. TPS di lokasi baru mulai difungsikan pada malam hari ini.
Langkah pemindahan TPS ini mendapat respons positif dari pengunjung Taman Edupark.
Rina (34), salah seorang pengunjung yang kerap mengajak anaknya bermain di taman tersebut, menilai kondisi taman kini terasa lebih nyaman.
“Kalau dulu baunya kadang tercium, apalagi kalau sampahnya meluber. Sekarang kelihatan lebih rapi, anak-anak juga lebih nyaman main di sini,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ahmad (25), warga yang rutin berolahraga di kawasan Taman Edupark.
Menurutnya, pemindahan TPS sudah tepat karena taman seharusnya menjadi ruang publik yang bersih dan ramah keluarga.
“Taman ini kan untuk rekreasi dan edukasi. Kalau ada TPS di sampingnya, kesannya kurang pas. Dipindahkan ke belakang seperti sekarang menurut saya lebih tertata,” katanya.
Ia berharap pengelolaan TPS di lokasi baru tetap diawasi dengan baik agar tidak kembali menimbulkan persoalan lingkungan di kemudian hari.

