KUKAR: Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara (Kukar) Sunggono menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul melalui program pembinaan yang terencana dan berkelanjutan.
Penegasan itu disampaikannya saat menutup secara resmi kegiatan Bimbingan dan Latihan (Binlat) Bintang Pengabdian yang digelar Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara di Aula Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kukar, Kompleks Stadion Aji Imbut, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kamis, 29 Januari 2026.
Program tersebut menandai berakhirnya rangkaian pembinaan fisik, mental, dan karakter bagi para peserta yang dipersiapkan mengikuti seleksi TNI, Polri, serta sekolah-sekolah kedinasan.
Sunggono menyampaikan apresiasi atas kehadiran Staf Khusus Presiden yang dinilainya sebagai kehormatan bagi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.
Menurut dia, kehadiran tersebut menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap upaya daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Hari ini kita kedatangan tamu kehormatan, yakni Staf Khusus Kepresidenan. Kita bersyukur beliau hadir dan bisa menyaksikan langsung seperti apa upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan sumber daya manusia,” kata Sunggono.
Ia menjelaskan, program Binlat Bintang Pengabdian telah menunjukkan hasil yang konkret.
Sejumlah alumni program tersebut tercatat berhasil lolos dan diterima di berbagai institusi strategis, seperti TNI, Polri, maupun sekolah-sekolah kedinasan.
Capaian itu, menurut dia, menjadi indikator bahwa pola pembinaan yang diterapkan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Lebih jauh, Sunggono menilai program Binlat merupakan investasi jangka panjang pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi muda Kukar yang berdaya saing.
Untuk itu ia berharap, dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun mendatang, kebutuhan sumber daya manusia di organisasi perangkat daerah, khususnya pada sektor-sektor teknis, dapat dipenuhi oleh putra-putri daerah sendiri.
“Program ini adalah upaya nyata pemerintah daerah mempersiapkan putra-putri terbaik Kukar, yang memiliki minat, bakat, dan kompetensi. Ke depan, kita harapkan dalam 5 sampai 10 tahun, kebutuhan SDM di OPD teknis dapat dipenuhi dari anak-anak daerah sendiri,” ujarnya.
Sunggono berpesan kepada seluruh peserta agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diperoleh melalui Binlat Bintang Pengabdian.
Ia menekankan bahwa berakhirnya program tersebut bukanlah penutup dari proses pembinaan, melainkan titik awal untuk menghadapi tantangan yang lebih besar dalam menapaki jalan pengabdian.
Ia juga menegaskan bahwa setiap capaian menuntut ketangguhan dan kesiapan mental, seraya mengingatkan bahwa keberhasilan tidak mungkin diraih tanpa melewati berbagai ujian, sebagaimana bintang tidak akan bersinar tanpa kegelapan dan pengabdian tidak memiliki makna tanpa pengorbanan.
“Tidak ada yang mudah, tapi tidak ada yang tidak mungkin. Jaga kesehatan, jaga nama baik keluarga, dan jaga nama baik Kutai Kartanegara,” pungkasnya

