SAMARINDA: Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik meminta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk tidak hanya mengelola penyertaan modal dari pemerintah saja.
“Tapi, mampu bertarung memanfaatkan potensi di luar negeri,” kata Akmal usai menutup Festival Desa Budaya Pampang Samarinda, Minggu (23/6/2024).
Ia mengaku, potensi yang ada di luar negeri sangat besar. Bahkan, Kadin Anhui dan Shanghai akan bertemu dengan Kadin Kaltim di Benua Etam untuk membahas pengembangan investasi yang difasilitasi oleh Konjen RI di Shanghai.
Pekan depan, lanjutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim bersama Kadin Kaltim dan Kadin Anhui serta Shanghai akan melakukan zoom meeting terlebih dulu.
“Artinya, kerja sama dibangun melalui bisnis to bisnis,” jelasnya.
Ditjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri itu menyampaikan, ketika dirinya melakukan kunjungan ke Provinsi Anhui China, banyak yang berminat untuk menerima produk dari Kaltim.
Akmal menyebut, tiga komoditi yang sangat menarik adalah hilirisasi palm oil, komoditi udang dan rumput laut. Ia juga menawarkan para pelaku usaha Anhui untuk membangun industri otomotif ramah lingkungan.
“Karena, bagian dari dukungan kepada Ibu Kota Nusantara menjadi kota yang smart,” pungkasnya.
Ia menambahkan, pihak Anhui dan Shanghai juga berharap bisa bekerja sama dengan Universitas Mulawarman terkait program pendidikan.
“Bahkan, mereka sudah menyiapkan bagaimana pengembangan benih ikan dan Pemprov Kaltim siap mendorong serta mendukung Unmul,” pungkasnya.(*)

