SAMARINDA: Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Islamic Center Samarinda membuka penerimaan zakat sejak 16 Ramadan dengan menghadirkan sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS guna memudahkan masyarakat.

Ketua UPZ Islamic Center Kaltim, Muhammad Ilmi, mengatakan penerimaan zakat tahun ini mencakup zakat fitrah, zakat mal, infak, dan sedekah yang dilayani di dua lokasi, yakni Pos Menara Asmaul Husna dan Pos Klinik di area belakang Islamic Center.
“Untuk tahun ini kita lengkapi dengan sistem QRIS, jadi muzaki yang tidak dan takut membawa uang tunai bisa langsung membayar melalui barcode,” ujarnya saat ditemui di tengah kesibukan di Masjid Islamic Center, Samarinda, Rabu, 18 Maret 2026.
Ilmi menyebut selain metode digital, pembayaran manual tetap tersedia.
Inovasi ini diharapkan dapat mempercepat transaksi sekaligus meningkatkan kenyamanan muzaki dalam menunaikan kewajiban.
Penyaluran zakat difokuskan kepada mustahik di tiga kelurahan terdekat, yakni Karang Asam Ilir, Karang Anyar, dan Teluk Lerong Ulu.
Distribusi pun telah mulai dilakukan dan akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
“Penyaluran sudah mulai dilakukan dan kita upayakan dalam satu dua hari ini terus didistribusikan, terutama beras untuk mustahik,” katanya.
UPZ juga bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Kalimantan Timur dalam pengelolaan zakat mal serta infak dan sedekah.
Sementara itu, zakat fitrah diprioritaskan untuk fakir miskin, meskipun tetap dapat disalurkan kepada kelompok lain sesuai ketentuan syariat.
Penerimaan zakat ini dijadwalkan berlangsung hingga malam terakhir Ramadan dengan batas waktu maksimal sekitar pukul 24.00 Wita sebelum dilakukan rekapitulasi oleh UPZ.

