Bontang – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Amanat Penderitaan Rakyat (Ampera) menggelar unjuk rasa di depan Kantor DPRD Bontang. Aksi ini pun sempat diwarnai saling dorong antara mahasiswa dan petugas keamanan, Senin (11/4/2022).

Dari pantauan Narasi.co, aksi saling dorong dipicu elemen mahasiswa yang memaksa menerobos pintu masuk halaman Gedung DPRD Bontang. Karena hal tersebut, membuat gerbang pintu masuk gedung legislatif mengalami kerusakan.
“Ini tandanya DPRD tidak memiliki itikad baik. Sementara tujuan kita ke sini adalah untuk menyampaikan aspirasi,” ucap salah seorang peserta aksi.
Setelah berhasil menerobos masuk, mereka pun membacakan dan melemparkan narasi aspirasi mulai dari menolak kenaikan harga BBM, harga minyak goreng (migor) yang mahal, PPN meningkat di tengah ekonomi masih diterjang pandemi Covid-19 hingga menolak perpanjangan masa jabatan tiga periode presiden.
Setelah usai orasi, puluhan mahasiswa pun meminta agar perwakilan DPRD Bontang datang menemui mereka.
Koordinator Ampera Faldini mengatakan, turunnya aksi mahasiswa tersebut untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Menurutnya rakyat saat ini berdampak karena kenaikan BBM dan sejumlah bahan pokok.
“Kita mewakili rakyat, di masa pandemi ini semua harga melambung naik,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Bontang Abdul Haris saat menyambangi para demonstran menyatakan siap memperjuangkan aspirasi para mahasiswa secara bertahap. Baik dari tingkat provinsi bahkan nasional.
“Kita akan teruskan secara bertahap, jadi kami akan kawal,” singkatnya.

