SAMARINDA: Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda resmi memasuki babak baru kepemimpinan setelah melantik rektor dan jajaran wakil rektor untuk periode 2026-2039. Pelantikan ini sekaligus menandai penguatan arah pengembangan kampus menuju konsep entrepreneurial university yang lebih adaptif terhadap kebutuhan ekonomi dan dunia usaha.
Zuhdi Yahya dilantik langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan 17 Agustus 1945 Samarinda Daddy Ruhiyat, sebagai Rektor Untag Samarinda, didampingi Evi Kurniasari Purwaningrum sebagai Wakil Rektor I, Tukimun sebagai Wakil Rektor II, serta Legowo Kamarubayana sebagai Wakil Rektor III. Prosesi pelantikan berlangsung di Auditorium H.M. Ardans, Samarinda, Rabu, 14 Januari 2026.
Daddy Ruhiyat, menegaskan kepemimpinan baru ini diharapkan mampu mengintegrasikan seluruh potensi kampus untuk mendorong Untag Samarinda lebih maju dan relevan dengan tantangan zaman.
“Untag Samarinda diarahkan menjadi kampus yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga mampu mendorong lahirnya aktivitas kewirausahaan, inovasi, dan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah,” ujarnya.
Menurutnya, agenda strategis ke depan mencakup penguatan kurikulum berbasis outcome-based education (OBE) yang berorientasi pasar, peningkatan akreditasi, pengembangan sistem dan regulasi berbasis teknologi informasi, serta pembentukan unit-unit bisnis kampus yang terhubung dengan hilirisasi di setiap program studi.
Selain penguatan program studi yang sudah ada, Untag Samarinda juga diproyeksikan untuk secara bertahap mengembangkan bidang-bidang baru yang selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri, seperti informatika, bisnis digital, dan kecerdasan buatan.
Yayasan, lanjut Daddy, memberikan kewenangan penuh kepada pimpinan universitas untuk membangun sistem internal guna merealisasikan rencana kerja tahunan sesuai dengan rencana strategis yang telah disepakati bersama.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan titik awal penguatan sinergi dan kolaborasi agar Untag Samarinda benar-benar menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdampak,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor Untag Samarinda Zuhdi Yahya menyampaikan tantangan pendidikan tinggi saat ini menuntut kampus untuk lebih lincah, kolaboratif, dan inovatif.
Menurutnya, pengembangan jiwa kewirausahaan di lingkungan kampus menjadi salah satu kunci untuk menjawab tantangan tersebut.
“Kita ingin Untag Samarinda tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki etos kerja, kemampuan inovasi, dan kemandirian,” katanya.
Ia menambahkan, sejumlah program prioritas akan dijalankan dalam periode kepemimpinannya, antara lain peningkatan jumlah mahasiswa baru, penguatan kurikulum OBE yang mendorong lahirnya produk akademik dan bisnis, pembangunan sistem terpadu berbasis teknologi, serta penguatan unit-unit usaha kampus.
Zuhdi menegaskan bahwa jabatan pimpinan universitas merupakan amanah strategis yang menuntut kerja kolektif seluruh sivitas akademika.
“Momentum ini harus menjadi lompatan bersama. Tantangan harus kita ubah menjadi peluang, agar Untag Samarinda mampu menjadi penggerak transformasi pendidikan tinggi yang berdaya saing dan berorientasi masa depan,” pungkasnya.

