BANDUNG: Upaya pemulihan ekonomi pascabencana sekaligus pengendalian inflasi pangan terus diperkuat pemerintah dengan mengoptimalkan jalur distribusi komoditas pertanian.
Salah satunya melalui kerja sama strategis antara PT Pos Indonesia (Persero) dan Rumah Tani Nusantara untuk memastikan pasokan pangan ke wilayah terdampak dapat tersalurkan secara cepat, merata, dan efisien.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Layanan Jasa Pengiriman Komoditas Pertanian yang berlangsung di Bandung, Selasa, 6 Januari 2026.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan menegaskan, setelah masa tanggap darurat berakhir, pemulihan ekonomi harus segera digerakkan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.
“Secara kemanusiaan kita sangat empati, namun setelah tanggap darurat selesai, aktivitas ekonomi harus tetap berjalan. Untuk mendorong ekonomi kembali bergerak, kami dari Kemenko Perekonomian sangat menyambut baik kerja sama ini,” ujar Ferry.
Ia menjelaskan, bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah, khususnya Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, telah mengganggu produksi serta distribusi pangan.
Dampak tersebut memicu keterbatasan pasokan, peningkatan biaya logistik, dan berpotensi menimbulkan tekanan inflasi pangan.
Dalam konteks tersebut, penguatan distribusi menjadi faktor kunci untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Pemerintah pun telah menyiapkan berbagai kebijakan percepatan pemulihan ekonomi di daerah terdampak, antara lain melalui perlakuan khusus penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Kebijakan tersebut mencakup pemberian grace period, restrukturisasi kredit, relaksasi persyaratan agunan tambahan, kemudahan administratif, percepatan penyaluran KUR baru, hingga keringanan suku bunga atau marjin KUR.
Selain itu, pemerintah juga melakukan perbaikan infrastruktur dan pengamanan jalur distribusi pangan.
Upaya lain yang ditempuh meliputi penguatan cadangan pangan pemerintah (buffer stock), penyaluran bantuan sosial berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta bantuan pemulihan produksi pertanian berupa benih, pupuk, alat pertanian, dan rehabilitasi lahan.
Ferry menegaskan, penguatan distribusi pangan pascabencana tidak dapat dilakukan secara sektoral.
Oleh karena itu, pemerintah mendorong peran aktif BUMN logistik untuk bekerja sama dengan mitra usaha dan komunitas petani agar rantai pasok tetap berjalan dan biaya logistik dapat ditekan.
Melalui kerja sama ini, PT Pos Indonesia akan mengoptimalkan jaringan logistik nasional serta layanan last mile hingga ke wilayah pedesaan dan daerah yang sulit dijangkau.
Sementara Rumah Tani Nusantara berperan dalam pendampingan budidaya petani, penyerapan hasil panen, serta penguatan pemasaran komoditas di berbagai daerah.
Sinergi kedua pihak diharapkan mampu menekan volatilitas harga pangan, menjaga ketersediaan pasokan dari hulu ke hilir, serta mendukung pengendalian inflasi pangan secara berkelanjutan.
Ke depan, pemerintah akan terus mendorong model kolaborasi serupa dengan BUMN logistik di berbagai wilayah sebagai bagian dari penguatan sistem logistik nasional.
Integrasi data distribusi, pemantauan pasokan dan harga, serta koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat untuk mendukung pemulihan ekonomi daerah pascabencana.
“Apa yang sudah kita lakukan semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat. Kita harapkan aktivitas ekonomi dapat berjalan kembali,” tutup Ferry.

