Samarinda – Yayasan Mansyur Tuah beralamat di Jalan Damanhuri Gang Bhineka 3, Kecamatan Sungai Pinang Mugirejo, Samarinda menggelar vaksinasi tahap pertama kepada 1000 warga, Senin (27/9/2021) siang.

Selain itu, kegiatan dipusatkan di halaman yayasan setempat dan akan dilanjutkan pada Selasa 28 September, kegiatan itu juga diwarnai dengan aksi kebiasaan Ketua Umum H Suriansyah, yakni memborong habis dagangan masyarakat sekitar lokasi kegiatan dan kembali membagikannya.
Kepada awak media, H Suriansyah mengatakan, kegiatan itu guna pemerataan target vaksin terhadap 1000 masyarakat.
Menurutnya, mayoritas para penyelenggara program vaksin Covid-19 mengadakannya di pusat kota dan dengan persyaratan terkesan sulit, seperti pendaftaran online.
Akibatnya, masih ada warga masyarakat belum memahami dengan baik cara-cara pendaftaran online dan bahkan tidak memiliki alat atau media untuk mendaftar, akhirnya masyarakat terlewatkan dari jatah vaksin.
“Selama ini hanya di kota saja, di pinggir-pinggir tidak ada. Nah ini dilakukan gebrakan untuk warga, agar mengerti dan tidak ribet kita pakai cara manual,” terangnya.
Namun bukan berarti semua tahap pendaftaran hanya dilakukan secara manual, melainkan tetap membuka pendaftaran secara online melalui web www.pedulilindungi.id.
Demi tidak terjadinya penumpukan massa, sambung Suriansyah, pihaknya menyelenggarakan vaksinasi dengan dua sesi, pertama kepada 500 orang dan sisa kuota untuk 500 orang lagi akan dilanjutkan pada 28 September 2021.
Kegiatan bekerja sama dengan anggota DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kota Samarinda itupun diharapkan masyarakat di sekitar yayasan akan memperoleh vaksinasi.
Awalnya, mereka hanya menargetkan kepada masyarakat pelosok yang tinggal tidak jauh dari yayasan, tetapi warga dari luar wilayah Kecamatan Sungai Pinang, malah berdatangan.
“Kita tetap menerima dengan pintu lebar, lagi pula namanya vaksin massal, artinya semua boleh dapat selagi stok ada,” papar pria yang akrab disapa H Sasa itu.
Terkait keunikan kepribadian H Suriansyah yang memborong semua dagangan para pedagang kaki lima (PKL), ternyata hal itu pemandangan yang kerap dilakukannya.
“Ini kebiasaan, karena mereka pedagang kecil. Di sini kan orang mau vaksin, otomatis untuk belanja atau membeli makanan, mungkin tidak terlalu seperti diharapkan mereka,” katanya.
Untuk menghindari kerugian para pedagang, maka lanjut H Sasa, rezeki yang diperolehnya digunakan memborong ludes jualan masyarakat dan membagikannya kepada masyarakat yang divaksin.
“Supaya mereka (PKL) bisa cepat pulang, ini pun saya bagi untuk warga yang vaksin supaya tidak merasa jenuh karena menunggu, sekaligus menikmati makanannya lah,” ujarnya lagi.

